alexametrics

Benarkah Vape Lebih Baik dari Rokok Konvensional?

Risna Halidi | Dian Kusumo Hapsari
Benarkah Vape Lebih Baik dari Rokok Konvensional?
Ilustrasi vape atau rokok

Dalam beberapa tahun terakhir, orang secara perlahan mulai beralih dari pengguna rokok konvensional ke rokok elektrik.

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, orang secara perlahan mulai beralih dari pengguna rokok konvensional ke rokok elektrik.

Perpindahan tersebut didasarkan adanya keyakinan bahwa rokok elektrik tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan dan membantu mereka menghentikan kebiasaan merokok secara keseluruhan.

Hanya saja, banyak penelitian telah mengonfirmasi bahwa keyakinan tersebut tidak sepenuhnya benar. Merokok elektrik atau vaping, sama-sama melibatkan pemanasan dan penghirupan zat.

Pada rokok konvensional, asap tembakau yang dibakar, dihirup, tetapi dengan vape (rokok elektrik) perangkat memanaskan cairan (disebut jus vape atau e-liquid) hingga berubah menjadi uap yang terhirup.

Baca Juga: Rokok Elektrik Dilarang di KTR? Begini Penjelasan Satpol PP Kota Joga

Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)
Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)

Dilansir dari Okadoc, meski merokok biasa lebih berbahaya daripada vaping, namun tidak berarti rokok elektrik aman.

Rokok elektrik atau vape mungkin kurang berbahaya daripada rokok biasa karena perokok menghirup sekitar 7.000 bahan kimia sementara vaping kemungkinan mengandung lebih sedikit bahan kimia.

Cairan vaping juga dianggap mengandung lebih sedikit polutan daripada rokok, namun tidak aman karena alasan berikut:

Rokok elektrik mengandung nikotin dalam dosis besar, zat yang diketahui dapat memperlambat pertumbuhan otak janin, anak-anak, dan remaja.

Cairan yang digunakan juga menghasilkan uap berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak jika mereka menelan, menghirup, atau menyentuh kulitnya.

Baca Juga: Pemerintah Harus Gandeng Industri Jauhkan Rokok Elektrik dari Anak-anak

Selain itu, rokok elektrik juga mengandung banyak bahan kimia berbahaya termasuk diacetyl, bahan kimia karsinogenik, logam berat, dan senyawa organik yang mudah menguap (VOC).

Komentar