alexametrics

Gerakkan Ekonomi Nasional, LPDB Libatkan PKL dan Pedagang Kecil

Fabiola Febrinastri
Gerakkan Ekonomi Nasional, LPDB Libatkan PKL dan Pedagang Kecil
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo, dalam acara Berkah Ramadan Bersama LPDB-KUMKM di Jakarta, Selasa (4/5/2021). (Dok : LPDB)

40 persen anggaran belanja K/L juga diharapkan dapat membeli dan menyerap produk UMKM.

Suara.com - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo mengatakan, pandemi Covid-19 memukul banyak sektor industri, bukan hanya industri besar yang terdampak, namun juga usaha skala menengah, mikro, dan kecil.

Untuk itu ia mengatakan, pihaknya melibatkan para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang kecil lainnya dalam upaya menggerakkan perekonomian nasional.

“Dengan melibatkan pedagang-pedagang kecil dan PKL, serta membeli produk-produk mereka, maka ini membantu UMKM. Terlebih LPDB-KUMKM merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM, dimana tugas dan peranannya sangat diperlukan dalam meningkatkan perekonomian nasional,” kata Supomo, dalam acara Berkah Ramadan Bersama LPDB-KUMKM di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Acara yang dihadiri oleh Direksi dan karyawan LPDB-KUMKM ini, selain memperat tali silahturahmi, juga bertujuan untuk membantu para UMKM di lingkungan sekitar LPDB-KUMKM.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan LPDB Cepat Salurkan Dana Rp 1 T ke Koperasi di Indonesia

LPDB-KUMKM hadir dan mengupayakan semaksimal mungkin agar pelaku usaha khususnya UMKM dapat mampu bertahan melewati masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Supomo menjelaskan, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki terus berpesan agar kementerian dan lembaga (K/L) memberi ruang dan peluang seluas-luasnya kepada UMKM dalam memasarkan dan memajukan usahanya, terutama berbelanja produk-produk UMKM. Selain itu, 40 persen anggaran belanja K/L juga diharapkan dapat membeli dan menyerap produk-produk UMKM, sehingga membuka peluang pasar yang lebih besar untuk UMKM.

“Menkop dan UKM terus mendorong agar produk-produk UMKM bisa go export dan go global. Melalui bentuk pendampingan, perkuatan permodalan, hingga pemasaran melalui offline maupun online (digital market platform), LPDB-KUMKM memegang peranan penting dalam menyalurkan pinjaman/pembiayaan kepada koperasi, yang anggotanya merupakan para pelaku UMKM. Dengan adanya suntikan modal usaha, juga pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM, ke depannya produk-produk UMKM dapat memiliki nilai yang berkualitas ekspor dan siap masuk pasar Internasional,” lanjut Supomo.

Salurkan Rp12,9 T
Sejak awal penyaluran di tahun 2008 hingga akhir April 2021, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp12,9 triliun, yang terbagi menjadi dua skema penyaluran yakni pola konvensional sebesar Rp10 triliun, dan dengan pola syariah sebesar Rp2,9 triliun.

Supomo menyampaikan, kinerja penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM pada kuartal pertama tahun 2021 mencapai Rp 553 miliar yang terdiri dari pinjaman konvensional sebesar Rp 252 miliar dan pembiayaan syariah sebesar Rp301 miliar.

Baca Juga: Selama Pandemi LPDB-KUMKM Salurkan Pinjaman ke Koperasi Rp 307,3 Miliar

“Sesuai amanat Menteri Koperasi dan UKM,sejak dua tahun terakhir, LPDB-KUMKM fokus menyalurkan pinjaman/pembiayaan ke koperasi. Koperasi dan UMKM sejak dulu menjadi sokoguru perekonomian nasional, sehingga merupakan pondasi kuat dalam bertahan menghadapi segala krisis,” kata Supomo.

Komentar