Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Ini Kata Pengamat BUMN

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 27 Mei 2021 | 16:03 WIB
Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Ini Kata Pengamat BUMN
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dikabarkan memiliki utang sebesar Rp 70 triliun. Pengamat BUMN Toto Pranoto mengatakan, memang saat ini kondisi bisnis industri penerbangan sedang hancur lebur terkena hantaman pandemi Covid-19.

Dari data IATA, Toto menyebut, perkiraan kerugian seluruh airlines di dunia mencapai 84,3 miliar dolar AS dimana pendapatan airlines rata-rata turun sampai dengan 90 persen.

"Hampir semua flag carrier di ASEAN mengalami kerugian yang cukup dalam termasuk Singapore Airlines yang mengalami kerugian pertama kali dalam sejarah," ungkap Toto saat dihubungi Suara.com, Kamis (27/5/2021).

Tak hanya itu kata dia Thai Airlines dan Philippines Airlines bahkan sudah mengajukan perlindungan terkait UU kebangkrutan.

"Garuda Indonesia termasuk maskapai yang tidak lepas dari kesulitan ini. Saya kira dengan masih terbatasnya pergerakan manusia kerugian GIAA memang akan cukup besar," ungkapnya.

"Upaya diversifikasi ke angkutan cargo secara lebih masif mungkin juga belum menghasilkan kinerja yang signifikan," tambahnya.

Menurut dia aspect financing sangat krusial di era pandemi dan pasca pandemi nanti. Hampir semua flag carrier mendapat tambahan injeksi modal dari negara buat bertahan hidup.

Karena pendanaan negara terbatas, maka selain pinjaman modal kerja dari pemerintah, GIAA juga harus mampu memperoleh alternatif financing lainnya.

"Misal dengan refinancing hutang jatuh tempo, maupun refinancing dari mitra pemasok. Pengurangan jumlah SDM juga merupakan langkah turnaround yang dilakukan banyak maskapai lainnya," sarannya.

baca juga

Sebelumnya Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, hingga saat ini utang maskapai plat merah ini telah mencapai Rp 70 triliun.

"Fakta yang ada saat ini, utang kita sudah mencapai Rp 70 triliun," kata Irfan.

Irfan mengungkapkan jumlah utang tersebut terus bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya, karena ketidakmampuan perseroan untuk membayar utang tersebut.

Pada bulan Mei ini saja kata dia, merupakan bulan dengan kinerja terburuk buat Garuda, pasalnya Irfan mengatakan pendapatan perseroan diprediksi hanya 56 juta dolar AS, sementara biaya operasional perbulannya mencapai 56 juta dolar AS untuk sewa pesawat, perawatan 20 juta dolar AS hingga bayar pegawai yang mencapai 20 juta dolar AS.

"Jadi secara cash kita sudah negatif, secara modal kita sudah minus Rp 41 triliun," kata Irfan.

Disampaikan Irfan, manajemen Garuda Indonesia akan melakukan restrukturisasi besar-besaran pada bisnisnya. Garuda akan melakukan pengurangan setengah armada pesawat yang dioperasikannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Pantas Efisiensi Besar-besaran

Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Pantas Efisiensi Besar-besaran

Bisnis | Rabu, 26 Mei 2021 | 15:33 WIB

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini ke Semua Karyawannya

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini ke Semua Karyawannya

Bisnis | Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:21 WIB

Cuaca Ekstrem, Pesawat Garuda Indonesia Tak Bisa Mendarat di Tanjungpinang

Cuaca Ekstrem, Pesawat Garuda Indonesia Tak Bisa Mendarat di Tanjungpinang

Batam | Sabtu, 17 April 2021 | 16:25 WIB

Terkini

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB