Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Ini Kata Pengamat BUMN

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 27 Mei 2021 | 16:03 WIB
Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Ini Kata Pengamat BUMN
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dikabarkan memiliki utang sebesar Rp 70 triliun. Pengamat BUMN Toto Pranoto mengatakan, memang saat ini kondisi bisnis industri penerbangan sedang hancur lebur terkena hantaman pandemi Covid-19.

Dari data IATA, Toto menyebut, perkiraan kerugian seluruh airlines di dunia mencapai 84,3 miliar dolar AS dimana pendapatan airlines rata-rata turun sampai dengan 90 persen.

"Hampir semua flag carrier di ASEAN mengalami kerugian yang cukup dalam termasuk Singapore Airlines yang mengalami kerugian pertama kali dalam sejarah," ungkap Toto saat dihubungi Suara.com, Kamis (27/5/2021).

Tak hanya itu kata dia Thai Airlines dan Philippines Airlines bahkan sudah mengajukan perlindungan terkait UU kebangkrutan.

"Garuda Indonesia termasuk maskapai yang tidak lepas dari kesulitan ini. Saya kira dengan masih terbatasnya pergerakan manusia kerugian GIAA memang akan cukup besar," ungkapnya.

"Upaya diversifikasi ke angkutan cargo secara lebih masif mungkin juga belum menghasilkan kinerja yang signifikan," tambahnya.

Menurut dia aspect financing sangat krusial di era pandemi dan pasca pandemi nanti. Hampir semua flag carrier mendapat tambahan injeksi modal dari negara buat bertahan hidup.

Karena pendanaan negara terbatas, maka selain pinjaman modal kerja dari pemerintah, GIAA juga harus mampu memperoleh alternatif financing lainnya.

"Misal dengan refinancing hutang jatuh tempo, maupun refinancing dari mitra pemasok. Pengurangan jumlah SDM juga merupakan langkah turnaround yang dilakukan banyak maskapai lainnya," sarannya.

Sebelumnya Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, hingga saat ini utang maskapai plat merah ini telah mencapai Rp 70 triliun.

"Fakta yang ada saat ini, utang kita sudah mencapai Rp 70 triliun," kata Irfan.

Irfan mengungkapkan jumlah utang tersebut terus bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya, karena ketidakmampuan perseroan untuk membayar utang tersebut.

Pada bulan Mei ini saja kata dia, merupakan bulan dengan kinerja terburuk buat Garuda, pasalnya Irfan mengatakan pendapatan perseroan diprediksi hanya 56 juta dolar AS, sementara biaya operasional perbulannya mencapai 56 juta dolar AS untuk sewa pesawat, perawatan 20 juta dolar AS hingga bayar pegawai yang mencapai 20 juta dolar AS.

"Jadi secara cash kita sudah negatif, secara modal kita sudah minus Rp 41 triliun," kata Irfan.

Disampaikan Irfan, manajemen Garuda Indonesia akan melakukan restrukturisasi besar-besaran pada bisnisnya. Garuda akan melakukan pengurangan setengah armada pesawat yang dioperasikannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Pantas Efisiensi Besar-besaran

Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Pantas Efisiensi Besar-besaran

Bisnis | Rabu, 26 Mei 2021 | 15:33 WIB

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini ke Semua Karyawannya

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini ke Semua Karyawannya

Bisnis | Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:21 WIB

Cuaca Ekstrem, Pesawat Garuda Indonesia Tak Bisa Mendarat di Tanjungpinang

Cuaca Ekstrem, Pesawat Garuda Indonesia Tak Bisa Mendarat di Tanjungpinang

Batam | Sabtu, 17 April 2021 | 16:25 WIB

Terkini

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB

Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi

Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:01 WIB

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen

Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:39 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:42 WIB

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:20 WIB

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:54 WIB