Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Pantas Efisiensi Besar-besaran

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 26 Mei 2021 | 15:33 WIB
Utang Garuda Indonesia Tembus Rp 70 Triliun, Pantas Efisiensi Besar-besaran
Kolase gambar Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (Suara.com)

Suara.com - Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) saat ini sangat mengkhawatirkan, pasalnya perseroan mengaku memiliki utang sebesar Rp 70 triliun dan kondisi arus kas dalam kondisi negatif.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan jangka pendek yang bisa dilakukan GIAA saat ini adalah dengan melakukan efisiensi secara besar-besaran dihampir seluruh pos anggaran, termasuk belanja pegawai.

"Saat ini apa yang dilakukan Garuda sudah benar, seperti menghilangkan rute-rute yang tidak produktif. Tapi itu belum cukup untuk menutup utang-utang tahun sebelumnya," kata Alvin saat dihubungi Suara.com, Rabu (26/5/2021).

Salah satu strategi yang bisa dilakukan kata Alvin adalah dengan melakukan penghematan penggunaan anggaran terutama anggaran untuk belanja pegawai seperti menggaji pilot hingga kabin kru.

"Salah satu yang bisa ditekan adalah belanja pegawai, karena kalau pesawat tidak terbang berarti tidak ada pilot, tidak ada kabin kru tidak ada ground crew yang segitu banyak. Itu bisa dikurangi," papar Alfin.

Sehingga dirinya pun mendukung upaya yang dilakukan manajemen Garuda dengan melakukan program ajakan pensiun dini bagi pegawainya.

Tak hanya itu, upaya lain yang bisa dilakukan adalah menurunkan tarif tiket pesawatnya yang saat ini masih dibandrol dengan harga premium.

"Garuda tidak mengubah strategi harganya. Akibatnya banyak penumpang Garuda yang beralih kepada Batik Air, Citilink bahkan Lion Air. Saya memperhatikan tarif keterisian Citilink maupun Lion Group lebih baik dari Garuda," katanya.

Menurut dia saat ini tingkat keterisiannya maskapai seperti Lion Group mencapai 60-70 persen dan Citilink 50 persen, sementara Garuda keterisian tempat duduknya hanya sekitar 25-30 persen saja.

"Saat ini tiket Garuda Indonesia praktis 2 kali lebih tinggi dibandingkan Citilink dan Batik Air (Lion Group), sehingga menjadi tidak atraktif," katanya.

Sebelumnya Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan hingga saat ini utang maskapai plat merah ini telah mencapai Rp 70 triliun.

"Fakta yang ada saat ini, utang kita sudah mencapai Rp 70 triliun," kata Irfan dalam sebuah rekaman yang beredar.

Irfan mengungkapkan jumlah utang tersebut terus bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya, karena ketidakmampuan perseroan untuk membayar utang tersebut.

Pada bulan Mei ini saja kata dia, merupakan bulan dengan kinerja terburuk buat Garuda, pasalnya Irfan mengatakan pendapatan perseroan diprediksi hanya 56 juta dolar AS, sementara biaya operasional perbulannya mencapai 56 juta dolar AS untuk sewa pesawat, perawatan 20 juta dolar AS hingga bayar pegawai yang mencapai 20 juta dolar AS.

"Jadi secara cash kita sudah negatif, secara modal kita sudah minus Rp 41 triliun," kata Irfan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini ke Semua Karyawannya

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini ke Semua Karyawannya

Bisnis | Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:21 WIB

Cuaca Ekstrem, Pesawat Garuda Indonesia Tak Bisa Mendarat di Tanjungpinang

Cuaca Ekstrem, Pesawat Garuda Indonesia Tak Bisa Mendarat di Tanjungpinang

Batam | Sabtu, 17 April 2021 | 16:25 WIB

Garuda Indonesia Enggan Angkut Produk Ponsel Vivo, Ini Alasannya

Garuda Indonesia Enggan Angkut Produk Ponsel Vivo, Ini Alasannya

Lampung | Rabu, 14 April 2021 | 13:24 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:03 WIB

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:52 WIB

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB