KLHK Optimis Sektor Kehutanan Bisa Capai Netral Karbon di 2030

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 31 Mei 2021 | 16:24 WIB
KLHK Optimis Sektor Kehutanan Bisa Capai Netral Karbon di 2030
Konferensi Pers bertajuk 'Menuju COP-26 UNFCCC' secara virtual pada Senin, (31/5/2021). (Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menggelar pertemuan dengan President Designate untuk the 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26), Alok Sharma pada Senin, (31/5/2021). Ini menindaklanjuti komitmen setiap negara untuk melakukan climate neutrality atau yang sering disebut carbon neutrality (netral karbon).

Netral karbon adalah suatu keadaan dimana emisi karbon dioksida (CO2) dianggap netto nol. Dalam hal ini jumlah emisi CO2 yang dilepaskan ke atmosfir lebih kurang sama dengan yang diserap melalui berbagai kegiatan/tindakan manusia.

"Beliau datang ke Indonesia, saya kira ini memang usaha yang sangat baik dan memang jadi agenda beliau untuk meyakinkan anggota-anggota di dunia untuk tercapainya penyelesaian secara baik netral karbon untuk seluruh dunia," ujar Siti Nurbaya dalam Konferensi Pers bertajuk 'Menuju COP-26 UNFCCC' secara virtual pada Senin, (31/5/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Siti Nurbaya mengaku optimis, bahwa sektor kehutanan bisa mencapai netral karbon di 2030.

"Presiden COP tadi menanyakan kepada saya tentang zero emission. Kalau untuk sektor kehutanan, pada 2030 sudah bisa netral. Bahkan bisa menyimpan karbon 140 juta ton," tutur Siti Nurbaya.

Namun, problem terbesar yang dihadapi adalah di sektor energi. Sebab, konsumsi listrik rakyat Indonesia masih berada di 1.100-3.300 Volt Ampere (VA).

"Kalau negara sejahtera itu ada di 3.500-5.400 VA," imbuhnya.

Atas dasar itu, dia meminta Menteri Enegeri Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif untuk lebih bekerja keras dalam mengurangi penggunaan batubara.

"Saya meminta Pak Menteri ESDM (Arifin Tasrif-red)untuk kerja keras excirse. Presiden sudah minta dibuatkan roadmap bagaimana mengurangi PLTU-PLTU yang didukung oleh batubara," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KLHK Patroli Pohon Pinus Mengering di Taman Nasional Gunung Ciremai

KLHK Patroli Pohon Pinus Mengering di Taman Nasional Gunung Ciremai

Jabar | Jum'at, 23 April 2021 | 01:05 WIB

Mitigasi Perubahan Iklim dengan Skema Net Zero Emision

Mitigasi Perubahan Iklim dengan Skema Net Zero Emision

Bisnis | Kamis, 22 April 2021 | 12:37 WIB

Mendukung Pengurangan Emisi Melalui Perdagangan Karbon di Indonesia

Mendukung Pengurangan Emisi Melalui Perdagangan Karbon di Indonesia

Bisnis | Kamis, 22 April 2021 | 07:48 WIB

KLHK Gelar Pelatihan Masyarakat Peduli Api di Majalengka

KLHK Gelar Pelatihan Masyarakat Peduli Api di Majalengka

News | Rabu, 21 April 2021 | 23:26 WIB

KLHK : Regulasi Perhutanan Efektif dengan Adanya Program Pendampingan

KLHK : Regulasi Perhutanan Efektif dengan Adanya Program Pendampingan

Bisnis | Rabu, 21 April 2021 | 14:47 WIB

Sebut Anies Cuma Narasi ke Sekjen PBB, PDIP Ungkit Soal Banjir di Jakarta

Sebut Anies Cuma Narasi ke Sekjen PBB, PDIP Ungkit Soal Banjir di Jakarta

News | Selasa, 20 April 2021 | 19:55 WIB

Terkini

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:18 WIB

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:16 WIB

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:15 WIB

×