Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

AMPB Minta Koruptor Dana Otonomi Khusus Dihukum Gantung

Iwan Supriyatna

Senin, 07 Juni 2021 | 15:19 WIB
AMPB Minta Koruptor Dana Otonomi Khusus Dihukum Gantung
Ilustrasi hukum (istockphoto)

Suara.com - Salah satu hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Partai Berkarya, yakni mendukung penuh Otonomi Khusus atau Otsus di Papua, selama dilakukan dengan transparan dan terukur.

Menyikapi putusan yang dibacakan oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono ini, Ketum AMPB Fauzan Rachmansyah mengatakan, otonomi khusus selalu menjadi solusi untuk warga Papua, termasuk seperti otonomi khusus di daerah lain.

Menurutnya, otsus merupakan salah satu cara untuk menghentikan konflik di Papua.

“Penegakan hukum yang tegas oleh pemerintah terhadap Kelompok Teroris Bersenjata di Papua yang merusak fasilitas umum, dan dengan Pembangunan yang menyatukan masyarakat Papua serta bantuan pendidikan kepada pemuda berupa kuliah di daerah Jawa dan lainnya yang harus diikuti dengan perhatian lain kebutuhan mahasiswa/i tersebut. Coba lihat pemuda Papua yang kuliah di Jakarta, Yogyakarta dan lainnya. Kehidupan sehari-harinya layak atau tidak? Mereka sering mengeluh tidak dapat perhatian,” kata Fauzan, Senin (7/6/2021).

Fauzan melanjutkan, penyaluran dana Otsus di Papua juga harus terukur, tepat sasaran, sehingga masyarakat Papua mendapatkan manfaat dari dana tersebut.

“Begitu juga dengan kebutuhan dasar masyarakat Papua, jangan sampai gaya hidup mewah pejabatnya bertolak belakang dengan kemiskinan warganya, transparansi dana otonomi khusus harus dilakukan. Dan penyaluran harus terukur tepat sasaran, bukan untuk foya-foya pribadi saja," ujarnya.

Dirinya pun meminta, agar pemerintah memantau dana Otsus agar tidak terjadi penyelewengan atau dikorupsi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jika sampai ketawan penyelewengan dana otonomi khusus, gantung saja pelaku korupsinya. Daripada rakyat Papua sengsara dan selalu merasa tidak aman,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPW Papua Partai Berkarya Elvis Tabuni selaku mengatakan, pihaknya siap untuk mendukung dan mengawal Otonomi Khusus di Papua sesuai hasil Rapimnas II Partai Berkarya, karena memang itu yang dibutuhkan Masyarakat Papua.

“Sebagai DPW kami akan jalankan hasil Rapimnas II Partai Berkarya ini secara seksama dan patuh. Karena hasil ini akan membawa kemajuan untuk Partai Berkarya dan Masyarakat Papua,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Ribu Rakyat Papua Teken Petisi Tolak Otsus: Hanya Rekayasa Politik Jakarta

Ratusan Ribu Rakyat Papua Teken Petisi Tolak Otsus: Hanya Rekayasa Politik Jakarta

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 23:00 WIB

Tim Pansus Otsus Papua Serap Aspirasi ke Jayapura

Tim Pansus Otsus Papua Serap Aspirasi ke Jayapura

DPR | Selasa, 04 Mei 2021 | 15:05 WIB

Dana Otsus Papua Diperpanjang, Mahfud MD: Perketat Pengawasan

Dana Otsus Papua Diperpanjang, Mahfud MD: Perketat Pengawasan

News | Rabu, 31 Maret 2021 | 06:18 WIB

Terkini

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB