Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

AMPB Minta Koruptor Dana Otonomi Khusus Dihukum Gantung

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 07 Juni 2021 | 15:19 WIB
AMPB Minta Koruptor Dana Otonomi Khusus Dihukum Gantung
Ilustrasi hukum (istockphoto)

Suara.com - Salah satu hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Partai Berkarya, yakni mendukung penuh Otonomi Khusus atau Otsus di Papua, selama dilakukan dengan transparan dan terukur.

Menyikapi putusan yang dibacakan oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono ini, Ketum AMPB Fauzan Rachmansyah mengatakan, otonomi khusus selalu menjadi solusi untuk warga Papua, termasuk seperti otonomi khusus di daerah lain.

Menurutnya, otsus merupakan salah satu cara untuk menghentikan konflik di Papua.

“Penegakan hukum yang tegas oleh pemerintah terhadap Kelompok Teroris Bersenjata di Papua yang merusak fasilitas umum, dan dengan Pembangunan yang menyatukan masyarakat Papua serta bantuan pendidikan kepada pemuda berupa kuliah di daerah Jawa dan lainnya yang harus diikuti dengan perhatian lain kebutuhan mahasiswa/i tersebut. Coba lihat pemuda Papua yang kuliah di Jakarta, Yogyakarta dan lainnya. Kehidupan sehari-harinya layak atau tidak? Mereka sering mengeluh tidak dapat perhatian,” kata Fauzan, Senin (7/6/2021).

Fauzan melanjutkan, penyaluran dana Otsus di Papua juga harus terukur, tepat sasaran, sehingga masyarakat Papua mendapatkan manfaat dari dana tersebut.

“Begitu juga dengan kebutuhan dasar masyarakat Papua, jangan sampai gaya hidup mewah pejabatnya bertolak belakang dengan kemiskinan warganya, transparansi dana otonomi khusus harus dilakukan. Dan penyaluran harus terukur tepat sasaran, bukan untuk foya-foya pribadi saja," ujarnya.

Dirinya pun meminta, agar pemerintah memantau dana Otsus agar tidak terjadi penyelewengan atau dikorupsi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jika sampai ketawan penyelewengan dana otonomi khusus, gantung saja pelaku korupsinya. Daripada rakyat Papua sengsara dan selalu merasa tidak aman,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPW Papua Partai Berkarya Elvis Tabuni selaku mengatakan, pihaknya siap untuk mendukung dan mengawal Otonomi Khusus di Papua sesuai hasil Rapimnas II Partai Berkarya, karena memang itu yang dibutuhkan Masyarakat Papua.

“Sebagai DPW kami akan jalankan hasil Rapimnas II Partai Berkarya ini secara seksama dan patuh. Karena hasil ini akan membawa kemajuan untuk Partai Berkarya dan Masyarakat Papua,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Ribu Rakyat Papua Teken Petisi Tolak Otsus: Hanya Rekayasa Politik Jakarta

Ratusan Ribu Rakyat Papua Teken Petisi Tolak Otsus: Hanya Rekayasa Politik Jakarta

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 23:00 WIB

Tim Pansus Otsus Papua Serap Aspirasi ke Jayapura

Tim Pansus Otsus Papua Serap Aspirasi ke Jayapura

DPR | Selasa, 04 Mei 2021 | 15:05 WIB

Dana Otsus Papua Diperpanjang, Mahfud MD: Perketat Pengawasan

Dana Otsus Papua Diperpanjang, Mahfud MD: Perketat Pengawasan

News | Rabu, 31 Maret 2021 | 06:18 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB