Ratusan Ribu Rakyat Papua Teken Petisi Tolak Otsus: Hanya Rekayasa Politik Jakarta

Bimo Aria Fundrika, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 25 Mei 2021 | 23:00 WIB
Ratusan Ribu Rakyat Papua Teken Petisi Tolak Otsus: Hanya Rekayasa Politik Jakarta
Masyarakat dan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Aksi Penolakan Otsus menggelar aksi di depan Gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020). [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Juru Bicara Petisi Rakyat Papua, Sam Awon mengungkapkan sudah ada 714.066 rakyat Papua Barat hingga mereka yang berada di luar negeri yang menandatangani petisi menolak otonomi khusus (otsus) Papua.

Mereka menganggap otsus bukan sebuah solusi bagi keinginan mereka untuk menentukan nasibnya sendiri. 

Petisi Rakyat Papua sudah berjalan sejak Mei 2020 hingga April 2021. Penolakan otsus memang bukan hanya dilakukan pada saat ini, karena mereka telah memperjuangkan dari beberapa tahun ke belakang.

"Tahun 2000, 2001, 2005 gelombang perlawanan yang besar, 2011 itu landasan rakyat menolak otsus karena bagi rakyat Papua bahwa yang diinginkan bukan otsus, tapi hak menentukan nasib sendiri sebagai satu bangsa yang merdeka," kata Sam Awon dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (25/5/2021). 

Otsus secara perdana dikeluarkan pasca reformasi pada 1998. Sejak dilahirkan, rakyat Papua menolak keras dengan adanya otsus tersebut. 

Selama 20 tahun, mereka menganggap otsus merupakan produk pemaksaan yang gagal. Karena menurut mereka yang juga berasal dari 110 organisasi masyarakat Papua itu, fakta yang terjadi di lapangan, sektor-sektor ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan tidak bermanfaat bagi rakyat Bumi Cenderawasih.

Selain itu, otsus juga dianggap gagal dalam memihak, memberdayakan serta memproteksi tanah dan orang Papua. 

"Otsus hanya menjadi rekayasa politik Jakarta untuk menghalau tuntutan-tuntutan damai bangsa Papua untuk menentukan nasibnya sendiri," ujarnya. 

Di samping itu, Sam Awon menerangkan kalau rakyat Papua ingin adanya penyelesaian secara damai, demokratis dan tuntas berdasarkan prinsip-prinsip internasional nan bermartabat. 

baca juga

"Rakyat Papua telah menolak dengan tegas segala bentuk kompromi sepihak yang mengatasnamakan rakyat Papua dan agenda-agenda pembahasan yang berujung keputusan tanpa melibatkan rakyat Papua selaku subjek dan objek persoalan rakyat di tanah Papua," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Lantik Ratusan Anak Papua dan Disabilitas Jadi Karyawan BUMN

Pemerintah Lantik Ratusan Anak Papua dan Disabilitas Jadi Karyawan BUMN

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 18:03 WIB

Aksi Tuntut Pembebasan 2 Tapol Papua Dipaksa Bubar oleh Gerombolan Ormas

Aksi Tuntut Pembebasan 2 Tapol Papua Dipaksa Bubar oleh Gerombolan Ormas

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 16:58 WIB

Geruduk PN Jaktim, Warga Papua se-Jabodetabek Tuntut Semua Tapol Dibebaskan

Geruduk PN Jaktim, Warga Papua se-Jabodetabek Tuntut Semua Tapol Dibebaskan

Video | Selasa, 25 Mei 2021 | 16:05 WIB

Terkini

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 06:50 WIB

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

×