alexametrics

Kondisi Pertanian Dinilai Bagus, Mentan Dorong Bali Jadi Simbol Pertanian Modern

Fabiola Febrinastri
Kondisi Pertanian Dinilai Bagus, Mentan Dorong Bali Jadi Simbol Pertanian Modern
Mentan, Syahrul Yasin Limpo di Bali. (Dok: Kementan)

Pertanian merupakan sektor yang paling kuat dari berbagai ancaman dan krisis.

Suara.com - Provinsi Bali didorong untuk menjadi simbol pertanian maju, mandiri dan modern. Simbol tersebut sangat cocok, karena Bali memiliki kondisi pertanian yang sangat bagus.

"Bali memberi simbol dari Sabang sampai Merauke, karena memiliki air, udara dan matahari yang sangat bagus. Di Bali, masyarakatnya juga memiliki cara kerja bagus, penuh dengan kerja keras. Berbanggalah jadi orang Bali," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo, saat menyerahkan bantuan pupuk hayati cair, benih dan alsintan untuk Kabupaten Gianyar, Klungkung dan Karangasem, Sabtu (19/6/2021).

Ia menegaskan, pertanian merupakan sektor yang paling kuat dari berbagai ancaman dan krisis. Sektor pertanian bahkan mampu membuka lapangan kerja secara luas, serta menumbuhkan ekonomi secara merata.

"Karena itu, kami dorong dengan bantuan pupuk cair organik ini. Pupuk itu gunanya agar kita jangan hanya satu kali panen, jangan juga per hektarenya hanya 5 ton, tapi harus 7-8 ton dan 3 kali panen. Ingat, pertanian itu tidak rugi! Manajemennya harus dikelola baik," katanya.

Baca Juga: Pemasok Telur Hingga Perusahaan Ritel Terkemuka Dilaporkan ke Kementan

Menurut Syahrul, membangun sektor pertanian, pada dasarnya adalah ibadah sekaligus menjalankan perintah Tuhan, agar tidak ada satu rakyat pun yang menderita kelaparan. Membangun pertanian berarti menjaga kedamian dan ketentraman dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Gubernur Bali, yang diwakili Wakil Gubernur, Tjokorda Oka Artha Ardana menyampaikan terimakasih atas arahan Syahrul terkait upaya Pemprov Bali dalam membangun dan mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju, mandiri dan modern.

"Sesuai dengan rencana strategis Pemprov Bali, pertanian sebagai industri harus dipandang sebagai multifungsi, yaitu sebagai penyedia lapangan kerja dan menjaga kelestarian lingkungan, serta lestari budaya agraris," katanya.

Menurut Tjokorda, Pemprov Bali saat ini tengah berupaya mendekatkan sentra komoditas unggulan dengan konsep pertanian organik. Mengenai hal ini, Pemprov Bali sudah mengeluarkan Perda No. 8 tahun 2019 tentang sistem pertanian organik.

"Pertanian organik berarti sistem pertanian yang menggunakan bahan alami. Karena itu kita bersyukur mendapat bantuan pupuk organik ini karena memberi berkah dan menambah kesejahteraan petani," tutupnya.

Baca Juga: Hari Arsip ke-50, Kementan Raih Kategori Sangat Memuaskan dari ANRI

Komentar