Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pupuk Kaltim Percepat Inovasi Majukan Pertanian Modern

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 24 Juni 2021 | 15:52 WIB
Pupuk Kaltim Percepat Inovasi Majukan Pertanian Modern
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Suara.com - Hari Krida Pertanian (HKP) yang jatuh setiap 21 Juni menjadi momentum bagi semua insan pertanian untuk bersyukur atas hasil yang diperoleh, dan evaluasi bersama agar bisa meraih hasil yang lebih baik ke depannya.

Di tengah transformasi industri 4.0, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai salah satu bagian dari pelaku industri pertanian, turut memperingati Hari Krida Pertanian dengan semangat inovasi menuju pertanian modern.

Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, melihat Hari Krida Pertanian sebagai momentum penting dalam membangun ketahanan pangan dengan berbagai inovasi.

“Hari Krida Pertanian sejatinya adalah hari penghargaan kepada setiap orang, keluarga dan pihak-pihak yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam pembangunan bangsa dan negara di sektor pertanian. Tentu di era Industri 4.0 seperti saat ini, kita perlu terus memupuk semangat inovasi yang nantinya dapat mengakselerasi peningkatan produksi pertanian guna terwujudnya kemajuan masa depan industri pertanian modern di Indonesia. Di PKT, semangat ini tercermin melalui berbagai inovasi yang selalu kami lakukan untuk mengoptimalkan kinerja insan pertanian,” kata Rahmad dalam keterangannya, Kamis (24/6/2021).

Adanya pandemi juga turut mempercepat hadirnya revolusi dan adaptasi di berbagai sektor, tak terkecuali sektor pertanian. Inovasi dan penerapan sistem pertanian modern, mulai dari pemasaran digital, operasional, serta proses pertanian, lantas menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah tantangan pandemi saat ini.

Selaras dengan semangat inovasi tersebut, PKT telah mengerahkan sejumlah inovasi termutakhir di lini pangan perusahaan, khususnya dalam program pembinaan Agro Solution dan bidang teknologi pemupukan PreciPalm.

Program Agro-Solution memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan produktivitas para petani. Melalui program ini, PKT melakukan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian secara berkelanjutan, dengan memperhatikan unsur masyarakat, lingkungan dan ekonomi.

Saat ini program Agro Solution telah ditetapkan sebagai program nasional di bawah PT Pupuk Indonesia (PI). PKT diberikan tugas untuk mengembangkan program Agro Solution di Bali, Gorontalo, Jawa (Tengah dan Timur), Kalimantan (Barat, Timur, Selatan dan Utara), NTB, NTT dan Sulawesi (Barat, Selatan, Tengah, Tenggara dan Utara).

Hingga 07 Mei 2021, Agro-Solution PKT telah dilakukan hingga mencapai 50% dari target implementasi tahun 2021. Implementasi program unggulan di sektor pertanian itu juga telah dilaksanakan di lahan seluas 6.309 hektar di berbagai wilayah di Indonesia, meningkat 34% dibandingkan bulan April 2021 lalu (4.697 hektar).

PKT menargetkan pada akhir tahun 2021 ini, Agro Solution dapat dilaksanakan di lahan seluas 12.000 hektar, baik untuk komoditi padi, jagung, maupun komoditi pangan lainnya.

Inovasi lainnya juga dikembangkan PKT pada aspek teknologi pemupukan adalah Precision Agriculture Platform for Oil Palm (PreciPalm), solusi pemupukan presisi untuk kebun kelapa sawit.

PreciPalm merupakan sistem aplikasi rekomendasi pemupukan berbasis Pertanian Presisi (Precision Agriculture) yang cepat, tepat, dan efisien pada kebun kelapa sawit.

Teknologi ini dikembangkan bersama dengan tim ilmuwan Indonesia dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan efisiensi pemupukan lahan kelapa sawit hingga 30%, dan mengoptimalkan produktivitas hasil pertanian kelapa sawit secara sustainable dalam jangka panjang.

PreciPalm menggunakan satelit Sentinel 2A untuk mendapatkan citra satelit yang berupa peta kondisi kandungan unsur hara tanaman Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) secara real time, dan kemudian diolah untuk menghasilkan rekomendasi dosis pemupukan di lahan terkait.

Saat ini, teknologi PreciPalm masih dalam tahap pengembangan intensif guna terus meningkatkan akurasi citra satelit dan rekomendasi pemupukan yang dihasilkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSP dan Kemenperin Dukung Revitalisasi Industri di Pupuk Kaltim

KSP dan Kemenperin Dukung Revitalisasi Industri di Pupuk Kaltim

Bisnis | Selasa, 22 Juni 2021 | 18:10 WIB

Pupuk Kaltim Pastikan Implementasi Manajemen Keamanan Rantai Pasok Berbasis ISO 28000

Pupuk Kaltim Pastikan Implementasi Manajemen Keamanan Rantai Pasok Berbasis ISO 28000

Bisnis | Kamis, 03 Juni 2021 | 08:16 WIB

Pupuk Indonesia Lanjutkan Program Agro Solution di Banyuwangi

Pupuk Indonesia Lanjutkan Program Agro Solution di Banyuwangi

Bisnis | Minggu, 30 Mei 2021 | 19:17 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB