Kementan Mampu Penuhi Produksi Pangan Dalam Negeri sebagai Hasil Upaya Strategis

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 14:14 WIB
Kementan Mampu Penuhi Produksi Pangan Dalam Negeri sebagai Hasil Upaya Strategis
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)

Suara.com - Produksi beras nasional dan peningkatan kinerja ekspor pertanian, dinilai oleh banyak kalangan, sangat baik. Hal ini merupakan bagian dari upaya strategis yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian bersama para stakeholders sektor pertanian.

Produksi beras nasional dalam 2 tahun terakhir sangat menjanjikan. Sampai dengan Minggu III Agustus 2021, stok beras 7,60 juta ton yang tersebar di penggilingan 1,52 juta ton, pedagang 708 ribu ton, Bulog 1,16 juta ton, dan lainnya.

Sementara itu, kinerja ekspor pertanian periode Januari - Juli 2021, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami pertumbuhan positif, yakni 8,72 persen (YonY). Dengan total ekspor secara keseluruhan dari Januari hingga Juli 2021 mencapai 2,24 miliar dolas AS.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada Juli 2021 mencapai 15,11 miliar dolas AS, atau turun 12,22 persen jika dibandingkan Juni 2021. Secara spesifik, impor produk nonmigas pada Juli 2021 yang mencapai 13,33 miliar dolas AS, juga turun sebesar 10,67 persen jika dibandingkan Juni 2021.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, tugas dan fungsi Kementan selama ini fokus menangani produktivitas dan budidaya. Sementara terkait harga dan stabilisasi pangan ditangani bersama dengan kementerian dan lembaga lain.

Namun di samping itu, Kementan juga mendorong hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah bagi petani.

"Alhamdulillah kita sudah memenuhi target, dimana produksi beras kita selama kurang lebih 2 tahun terakhir dalam kondisi cukup dan terkendali. Bahkan kita bisa menjaga ketersediaan 11 bahan pokok untuk kebutuhan 270 juta masyarakat Indonesia" ujar Kuntoro, Jumat (27/8/2021).

Adapun beberapa masalah distribusi pangan yang terjadi saat ini, menurutnya terkait infrastruktur pemasaran dan logistik, dimana produk pertanian bersifat perishable sehingga perlu penanganan khusus. Diperlukan banyak sentuhan berbagai pihak dalam memperbaiki infrastruktur, informasi pasar dan distribusi produk pertanian, selain pemanfaatan teknologi pascapanen.

"Masalah ini sebenarnya butuh dukungan juga dari kementerian dan instansi lain, juga dukungan dari pemda dan stakehoder yang ada," katanya.

baca juga

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi menyatakan, Pemda Banten siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian sebagai leading sektor pembangunan pertanian Indonesia.

"Kami mendukung Kementan dalam membangun Infrastruktur pemasaran hasil pertanian maupun penanganan produknya. Alhamdulillah sudah kita inisiasi sebagai bentuk dukungan bagi pelaku utama dan pelaku usaha," katanya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya juga sudah mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pandeglang Berkah Maju, yang bergerak pada budi daya maupun pemasaran beras, jagung, sorgum dan produk pertanian lainnya.

"Kami terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas pangan pokok untuk mempertahankan pandeglang sebagai kontributor pangan beras terbesar bagi Provinsi Banten dan nasional. Upaya ini terus dilakukan dengan percepatan tanam dan pemberian bantuan bibit berkualitas," katanya.

Selain itu, Budi juga menyampaikan terimakasih atas fasilitas dan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang diinisiasi Kementan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)

"Kami berharap, KUR pertanian menjadi solusi bagi para pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian dalam memperkuat permodalan, sehingga dapat lebih berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraannya," tutupnya.

Perlu diketahui, saat ini Kementan juga turut gencar mendorong pemanfaatan program KUR pertanian, yang disediakan pemerintah kurang lebih 70 triliun.

Kementan juga telah merumuskan 5 strategi cara bertindak atau (5CB) sektor pertanian, sebagai upaya penyediaan ketersediaan pangan dan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan SYL: Pertanian adalah Kekuatan Masa Depan Indonesia

Mentan SYL: Pertanian adalah Kekuatan Masa Depan Indonesia

Bisnis | Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:52 WIB

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat: Saat Resesi, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat: Saat Resesi, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

Bisnis | Senin, 23 Agustus 2021 | 13:35 WIB

Presiden Jokowi Dorong Industri Porang Siap Ekspor Produk Olahan

Presiden Jokowi Dorong Industri Porang Siap Ekspor Produk Olahan

Bisnis | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:41 WIB

Peneliti UI: Sektor Pertanian Merupakan Penyelamat Ekonomi di Masa Pandemi

Peneliti UI: Sektor Pertanian Merupakan Penyelamat Ekonomi di Masa Pandemi

Bisnis | Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:06 WIB

Mentan Sebut Petani Adalah Pahlawan Bangsa

Mentan Sebut Petani Adalah Pahlawan Bangsa

Bisnis | Selasa, 17 Agustus 2021 | 19:20 WIB

Presiden Jokowi: Sektor Pertanian Mampu Bertahan dari Hantaman Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi: Sektor Pertanian Mampu Bertahan dari Hantaman Pandemi Covid-19

Bisnis | Minggu, 15 Agustus 2021 | 14:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×