Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Harga Minyak Anjlok Terdampak Penguatan Dolar AS dan Kebijakan Arab Saudi

M Nurhadi

Rabu, 08 September 2021 | 07:00 WIB
Harga Minyak Anjlok Terdampak Penguatan Dolar AS dan Kebijakan Arab Saudi
Ilustrasi

Suara.com - Harga minyak kembali tergelincir pada akhir perdagangan Selasaatau Rabu pagi (WIB), akibat tertekan nilai dolar AS dan kekhawatiran melemahnya permintaan di Amerika Serikat dan Asia.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober kehilangan 94 sen atau 1,4 persen, menjadi menetap di 68,35 dolar AS per barel dan menyentuh level terendah sesi di 67,64 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun 53 sen atau 0,7 persen, menjadi ditutup pada 71,69 dolar AS per barel setelah jatuh 39 sen sehari sebelumnya.

Wakil presiden pasar minyak mentah di Mobius Risk Group, John Saucer menyebut, penguatan dolar dan langkah Arab Saudi pada Minggu (5/9) untuk memangkas harga jual resmi (OSP) Oktober menekan minyak mentah.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,32 persen menjadi 92,5126 pada akhir perdagangan Selasa (7/9/2021), menyusul kenaikan 0,2 persen di sesi sebelumnya. Dolar yang kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Orang-orang membaca perubahan harga Saudi sebagai tanda memudarnya permintaan Asia dan skala pemotongan lebih besar dari yang diperkirakan," kata Saucer, dikutip via Antara.

Arab Saudi memangkas harga untuk semua kadar minyak mentah yang dijual ke Asia setidaknya 1 dolar AS per barel. Langkah tersebut, sebuah tanda bahwa konsumsi di wilayah pengimpor utama dunia tetap hangat, terjadi ketika penguncian di seluruh Asia untuk memerangi varian Delta dari virus corona telah mengaburkan prospek ekonomi.

Data yang dirilis pada Jumat (3/9) juga menunjukkan ekonomi AS pada Agustus menciptakan lapangan kerja paling sedikit dalam tujuh bulan, karena perekrutan di sektor pariwisata dan perhotelan terhenti di tengah kebangkitan infeksi COVID-19.

Namun, harga minyak mendapat dukungan dari indikator ekonomi China yang kuat dan berlanjutnya pemadaman pasokan AS akibat Badai Ida.

baca juga

Impor minyak mentah China naik 8,0 persen pada Agustus dari bulan sebelumnya, data bea cukai menunjukkan, sementara ekonomi China mendapat dorongan karena ekspor secara tak terduga tumbuh lebih cepat pada Agustus.

Di Teluk Meksiko, sekitar 79 persen dari produksi minyak masih ditutup, atau 1,44 juta barel per hari, regulator AS mengatakan pada Selasa (7/9), lebih dari seminggu setelah dilanda Badai Ida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Beri Diskon Harga Jual Minyak untuk Kawasan Asia

Arab Saudi Beri Diskon Harga Jual Minyak untuk Kawasan Asia

Bisnis | Selasa, 07 September 2021 | 08:50 WIB

Permintaan Tinggi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Permintaan Tinggi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 06 September 2021 | 07:57 WIB

Sempat Berhenti karena Pandemi, Tahfidz Alquran di Masjidil Haram Kembali Dibuka

Sempat Berhenti karena Pandemi, Tahfidz Alquran di Masjidil Haram Kembali Dibuka

News | Sabtu, 04 September 2021 | 15:51 WIB

Harga Minyak Dunia Terdongkrak Naik Berkat Optimisme Ekonomi Global

Harga Minyak Dunia Terdongkrak Naik Berkat Optimisme Ekonomi Global

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 08:02 WIB

Profil 3 Ulama Indonesia Jadi Imam Besar Masjidil Haram

Profil 3 Ulama Indonesia Jadi Imam Besar Masjidil Haram

Bekaci | Rabu, 01 September 2021 | 16:47 WIB

Drone Bermuatan Bom Serang Bandara di Arab Saudi

Drone Bermuatan Bom Serang Bandara di Arab Saudi

Sulsel | Rabu, 01 September 2021 | 16:23 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×