Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Arab Saudi Beri Diskon Harga Jual Minyak untuk Kawasan Asia

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 07 September 2021 | 08:50 WIB
Arab Saudi Beri Diskon Harga Jual Minyak untuk Kawasan Asia
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia turun setelah Arab Saudi memangkas harga jual terhadap kontrak minyak mentah untuk Asia.

Mengutip CNBC, Selasa (7/9/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup menyusut 39 sen menjadi 72,22 dolar AS per barel.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate terakhir berkurang 40 sen menjadi 68,89 dolar ASper barel. Tak ada setelmen di Amerika karena pasar ditutup untuk hari libur nasional, Senin.

Raksasa migas Saudi Aramco memberi tahu pelanggan dalam sebuah pernyataan, Minggu, bahwa mereka akan memotong harga jual resmi (OSP) Oktober untuk semua grade minyak mentah yang dijual ke Asia, wilayah pembelian terbesarnya, setidaknya 1 dolar AS per barel.

"Ketika raksasa Saudi memangkas harga jualnya ke Asia untuk Oktober, menandakan bahwa hubungan penawaran-permintaan sedikit bergeser, pedagang tidak bisa tidak mengikuti jalan itu hari ini (Senin)," kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak di Rystad Energy.

Pasokan minyak global melesat karena Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan antara Agustus dan Desember.

Penurunan sebelumnya dalam minyak mentah berjangka menambah kejatuhan pada sesi Jumat setelah laporan ketenagakerjaan Amerika yang lebih lemah dari perkiraan menunjukkan pemulihan ekonomi yang tidak merata, yang dapat menandakan permintaan bahan bakar lebih lambat selama pandemi yang bangkit kembali.

Kerugian tertahan oleh kekhawatiran bahwa pasokan Amerika akan tetap terbatas setelah Badai Ida.

Pemerintah AS melepaskan minyak mentah dari cadangan minyak strategis karena produksi di Pantai Teluk Amerika belum pulih kembali. Sekitar 1,5 juta barel minyak dan 1,8 miliar kaki kubik output gas alam tetap offline, berdasarkan data pemerintah yang dirilis Jumat, sementara kekurangan pasokan listrik menghambat sejumlah pengilangan untuk melanjutkan operasi.

baca juga

Badai itu juga menyebabkan perusahaan energi Amerika pekan lalu memangkas jumlah rig minyak dan gas yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam lima minggu, data dari Baker Hughes menunjukkan, Jumat. Jumlah rig minyak saja turun paling banyak sejak Juni 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Tinggi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Permintaan Tinggi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 06 September 2021 | 07:57 WIB

Harga Minyak Dunia Terdongkrak Naik Berkat Optimisme Ekonomi Global

Harga Minyak Dunia Terdongkrak Naik Berkat Optimisme Ekonomi Global

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 08:02 WIB

Pasar Minyak Diperkirakan Alami Defisit, OPEC+ Tak Gubris Permintaan AS

Pasar Minyak Diperkirakan Alami Defisit, OPEC+ Tak Gubris Permintaan AS

Bisnis | Rabu, 01 September 2021 | 12:29 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:24 WIB

×