Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Tak Mau Kalah Dari Pandemi, Emak-emak Dari Kediri Pikat Konsumen Dengan Kain Batik Alami

M Nurhadi

Senin, 20 September 2021 | 06:47 WIB
Tak Mau Kalah Dari Pandemi, Emak-emak Dari Kediri Pikat Konsumen Dengan Kain Batik Alami
Batik Ecoprint Top Cemerlang Batik (Ist)

Suara.com - Emak-emak di Kediri berhasil menarik perhatian calon pembeli melalui produk dengan memanfaatkan tumbuhan untuk membentuk motif menjadi kain yang bagus dan dipasarkan melalui Industri kecil menengah (IKM) batik "Top Cemerlang Batik".

Sri Ayani, pemilik IKM Top Cemerlang Batik mengaku, ia sengaja memanfaatkan tumbuhan untuk membuat batik. Beragam bagian tumbuhan baik kayu, daun, hingga bunga bisa menjadikan kain menarik.

"Tidak seperti batik tulis atau cap yang pewarnaannya menggunakan bahan kimia, ecoprint menggunakan unsur-unsur alami tanpa bahan sintetis atau kimia. Karena itulah batik ini sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran air, tanah atau udara," kata dia, beberapa saat lalu.

Ia menambahkan, keunggulan dari batik buatannya yakni penggunaan ecoprint yang memanfaatkan pewarna alami sepenuhnya seperti kayu, dedaunan dan bunga.

Tidak hanya itu, motif yang dituliskan di kain juga berasal dari berbagai bahan alami seperti daun, bunga dan ranting. Produk yang dihasilkan juga beragam, ada yang berupa tas, kain dan produk lainnya.

"Di sinilah letak seni dan keunikan ecoprint, karena baik warna maupun motif tidak bisa diulang sekalipun bahan dan proses pembuatan sama," kata dia.

Merintis sejak 2016 silam, ia mengaku awalnya ia tidak bermaksud menjadikan produk batik ecoprint. Namun, lantaran ia ingin ada inovasi dan terus berkembang, ia lantas mencoba berbagai cara agar usahanya tidak ketinggalan jaman.

"Awal merintis usaha, menekuni batik tulis dan jumput. Namun, saat ini usaha saya fokuskan ke ecoprint dan ini masih belum banyak di kenal di Kota Kediri, jadi peluang usahanya lebih besar. Kalau batik tulis dan jumputan sudah banyak IKM di Kota Kediri yang memproduksi dengan jumlah yang lebih besar," kata dia.

Ia mengatakan, pembuatan ecoprint terbilang lebih mudah dibandingkan batik tulis. Terlebih lagi, bahan baku pewarnanya juga ramah lingkungan.

baca juga

Kini, ia menikmati kreativitasnya. Produk buatannya banjir pesanan yang datang dari berbagai daerah seperti Surabaya dan Kalimantan.

Harga yang dipatok juga bervariatif tergantung modelnya. Harganya mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu. Setiap bulan, barang pesanan yang dikirim juga cukup banyak hingga puluhan unit.

"Alhamdulillah karena teman banyak, ada saja yang pesan ecoprint, tapi karena saat ini untuk pengerjaannya masih saya sendiri jadi belum bisa menerima pesanan dalam jumlah besar," kata dia.

Pemkot Kediri juga mendorong agar IKM di kota ini terus berkembang. Di tengah pandemi COVID-19, dukungan yang diberikan pemkot juga semakin luas.

Disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Tanto Wijohari, pihak Pemkot sendiri terus mengupayakan pendampingan mlai dari bantuan legalitas usaha hingga promosi produk secara daring dan offline untuk membantu agar para pelaku IKM dapat terus berkembang.

"Kami selalu berupaya membantu IKM di Kota Kediri agar terus berkembang dan mampu survive di masa pandemi yang berkepanjangan ini. Yang penting IKM juga harus ikut berusaha, terus berkreasi dan berinovasi," kata Tanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekan Ke-3 Liga 1, Tiga Klub Jatim Keok, Satu Menang, Tinggal Menunggu Arema FC

Pekan Ke-3 Liga 1, Tiga Klub Jatim Keok, Satu Menang, Tinggal Menunggu Arema FC

Jatim | Minggu, 19 September 2021 | 09:43 WIB

Youssef Ezzejjari Cetak Dua Gol Belum Bikin Pelatih Persik Puas

Youssef Ezzejjari Cetak Dua Gol Belum Bikin Pelatih Persik Puas

Bola | Sabtu, 18 September 2021 | 06:49 WIB

Tira Persikabo Seri dengan Persik, Igor Kriushenko: Kesalahan Kecil Berdampak Besar

Tira Persikabo Seri dengan Persik, Igor Kriushenko: Kesalahan Kecil Berdampak Besar

Bola | Sabtu, 18 September 2021 | 00:53 WIB

Joko Susilo Kecewa Berat Persik Diimbangi Tira Persikabo

Joko Susilo Kecewa Berat Persik Diimbangi Tira Persikabo

Bola | Sabtu, 18 September 2021 | 00:33 WIB

Sengit di Wibawa Mukti, Tira Persikabo vs Persik Kediri Berakhir Seri 2-2

Sengit di Wibawa Mukti, Tira Persikabo vs Persik Kediri Berakhir Seri 2-2

Bola | Jum'at, 17 September 2021 | 20:13 WIB

Link Live Streaming Tira Persikabo vs Persik Kediri dan Susunan Pemain

Link Live Streaming Tira Persikabo vs Persik Kediri dan Susunan Pemain

Bola | Jum'at, 17 September 2021 | 18:08 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×