Pendapatan Anjlok, Emiten CASH Bakal Perbaiki Kinerja Keuangan

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:18 WIB
Pendapatan Anjlok, Emiten CASH Bakal Perbaiki Kinerja Keuangan
Ilustrasi kinerja keuangan. [Freepik]
  • PT Cashlez mencatat rugi bersih 2025 sebesar Rp68,11 miliar, naik 102% dari tahun sebelumnya, menunjukkan kinerja tertekan.
  • Pendapatan perusahaan turun 20% menjadi Rp110,19 miliar di tahun 2025, didorong penurunan signifikan penjualan perangkat.
  • Total liabilitas CASH melonjak 86% menjadi Rp209,59 miliar pada akhir 2025 akibat pinjaman dan uang muka pelanggan.

Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) mencatat laporan keuangan konsolidasian auditan tahun buku 2025 dengan kinerja yang mengalami tekanan.

Seketaris Perusahaan CASH, Thriyani Rahmania, mengatakan perseroan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar sekitar Rp68,11 miliar pada 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat (102 persen) dibandingkan rugi sekitar Rp33,7 miliar pada 2024.

"Sejalan dengan itu, rugi per saham juga memburuk menjadi sekitar minus Rp47,6 per saham dari minus Rp23,57 per saham pada tahun sebelumnya," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan penurunan menjadi sekitar Rp110,19 miliar atau turun sekitar 20 persen dibandingkan Rp138,34 miliar pada 2024.

Penurunan terutama terjadi pada penjualan perangkat yang turun sekitar 26 persen menjadi hanya Rp77 miliar dari Rp104,56 miliar.

Pada saat yang sama, perseroan melakukan pengetatan pengakuan pendapatan dan kualitas portofolio merchant yang berdampak langsung terhadap laba jangka pendek.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Perseroan menyadari kinerja tahun berjalan berada di bawah ekspektasi dan saat ini memprioritaskan perbaikan kualitas transaksi, efisiensi biaya, serta stabilisasi struktur pendanaan sebelum kembali mengejar pertumbuhan agresif," katanya.

Dia pun melanjutkan Merchant Discount Rate (MDR) juga mengalami penurunan menjadi Rp13,39 miliar dari Rp17,13 miliar, turun sebesar 19 persen.

Meskipun laba kotor relatif stabil, tekanan kinerja muncul dari meningkatnya beban risiko dan biaya operasional.

"Perseroan mencatat lonjakan kerugian penurunan nilai piutang menjadi sekitar Rp11,17 miliar dari Rp360,83 juta pada tahun sebelumnya," katanya.

Selain kinerja laba rugi, posisi neraca perseroan juga mengalami perubahan signifikan. Total liabilitas meningkat tajam menjadi Rp209,59 miliar naik sebesar 86 persen dari Rp112,5 miliar, disebabkan oleh pinjaman Perseroan dari PT Bara Alam Utama serta peningkatan uang muka atas penjualan barang dari pelanggan pada akhir tahun 2025.

Di sisi lain, ekuitas mengalami penurunan seiring akumulasi rugi berjalan.

Manajemen menilai kondisi tahun 2025 mencerminkan fase penyesuaian fundamental bisnis, di mana skala transaksi yang ada belum menghasilkan operating leverage yang memadai untuk menutup struktur biaya tetap industri payment infrastructure.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya

Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:41 WIB

BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh

BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:24 WIB

Asosiasi Emiten Minta Kewajiban Free Float 15 Persen Diterapkan Bertahap

Asosiasi Emiten Minta Kewajiban Free Float 15 Persen Diterapkan Bertahap

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:35 WIB

BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya

BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:03 WIB

BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya

BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:35 WIB

OCBC Raup Laba Rp5,1 Triliun di Tahun 2025, Ini Penyumbang Terbesar

OCBC Raup Laba Rp5,1 Triliun di Tahun 2025, Ini Penyumbang Terbesar

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 08:20 WIB

Terkini

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:15 WIB

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:04 WIB

PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran

PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:02 WIB

Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk

Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:01 WIB

Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya

Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:57 WIB

Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M

Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:55 WIB

Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual

Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:55 WIB

Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa

Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:34 WIB

Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara

Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:10 WIB

Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting

Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 19:58 WIB