alexametrics

Blockchain Diklaim Punya Nilai Lindung Inflasi, Begini Kata Pakar

M Nurhadi
Blockchain Diklaim Punya Nilai Lindung Inflasi, Begini Kata Pakar
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. (Pixabay)

Saat ini, kami tidak dapat menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik antara inflasi di AS dan harga Bitcoin," kata Kim Grauer.

Suara.com - Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan analitik blockchain Chainalysis, Bitcoin (BTC) belum tentu memiliki nilai lindung dari inflasi.

“Saat ini, kami tidak dapat menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik antara inflasi di AS dan harga Bitcoin, tetapi kami tahu secara anekdot bahwa banyak orang berinvestasi di Bitcoin sebaga nilai lindung terhadap inflasi,” kata kepala penelitian Chainalysis, Kim Grauer beberapa saat lalu.

Semenjak wabah COVID-19 menyebar ke seluruh dunia, inflasi AS jadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan.

Pada bulan Juni, laporan menunjukkan bahwa inflasi di AS mencapai tingkat yang tidak terlihat dalam lebih dari satu dekade.

Baca Juga: INDEF Tolak Rencana Pemerintah Terkait Pajak Sembako, Pakar: Potensi Inflasi

Meski demikian, banyak negara lain yang sempat mengalami inflasi yang lebih parah dibandingkan Amerika Serikat, salah satunya Venezuela yang mengalami inflasi 10.000.000% pada tahun 2019.

“Kami juga tahu bahwa di negara lain yang menderita inflasi atau devaluasi mata uang yang lebih parah seperti Venezuela dan Nigeria, orang menggunakan cryptocurrency sebagai penyimpan nilai,” tambah Grauer, dikutip dari Warta Ekonomi.

Sebelumnya, Bitcoin kerap dianggap sebagai penyimpan aset nilai dalam industri kripto. Meski demikian, jatuhnya harga BTC pada awal tahun 2021 membuat sejumlah pihak meragukan hal itu.

Komentar