Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Pandemi Covid19 Jadi Penyebab Pembangunan Proyek Properti Mundur

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 15:46 WIB
Pandemi Covid19 Jadi Penyebab Pembangunan Proyek Properti Mundur
Investasi properti. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid–19 telah menyebabkan berbagai dampak di bidang ekonomi, tak terkecuali di sektor properti yang menyebabkan mundurnya pembangunan berbagai proyek, seperti halnya dialami oleh proyek perumahan Bhuvana Village Regency hingga 2022.

Kevin Octaviano, selaku direktur Bhuvana pengganti dari direktur sebelumnya menyampaikan, dampak dari pandemi Covid – 19 tidak hanya memengaruhi sektor properti di Indonesia, namun juga di luar negeri, seperti halnya di China yang sekarang sedang dialami oleh Evergrande.

Kasus Evergrande mirip dengan apa yang terjadi pada Subprime Mortgage di Amerika Serikat (AS) pada 2007 –an. Fenomena krisis keuangan ini terjadi akibat gagal bayar kredit oleh konsumen properti yang akhirnya menghantam perusahaan penyedia pinjaman properti dan perusahaan developer properti.

Evergrande sempat menghiasi lanskap perkotaan China. Selama tahun-tahun booming properti negara itu, Evergrande membantu menciptakan jenis kegiatan ekonomi yang menjadi sandaran para pejabat untuk mendorong pertumbuhan ajaib negara itu.

Namun, wabah Covid-19 telah mengubah semuanya yang mengakibatkan para konsumen gagal bayar ke lembaga penyedia pinjaman, yang memicu penyedia pinjaman gagal bayar ke para investor dan bank.

“Pandemi Covid – 19 telah menyebabkan krisis global yang melumpuhkan sendi – sendi ekonomi dunia. Kami pun juga mengalami dampak luar biasa dari pandemi Covid – 19, yang menyebabkan pembangunan perumahan Bhuvana mundur hingga 2022. Kendati demikian, kami tetap berupaya dan memiliki itikad baik untuk menyelesaikan pembangunan dan diharapkan selesai pada 2022,” tutur Kevin ditulis Jumat (1/10/2021).

Untuk itu kata dia, pihaknya telah memberikan beberapa konpensasi kepada para konsumen Bhuvana, diantaranya dengan memindahkan lokasi rumah yang sebelumnya ada di bagian belakang komplek perumahan, sekarang dipindahkan ke bagian depan. Seperti diketahui, rumah yang lokasi yang ada di bagian depan dan dekat jalan utama, harganya lebih mahal dari rumah yang ada di bagian belakang.

Selain itu, sebagai upaya manajemen, sambung Kevin, saat ini telah ada investor yang siap bermitra dengan Bhuvana untuk membantu penyelesaian pembangunan.

“Saya selaku direktur Bhuvana yang menggantikan direktur sebelumnya, ingin tetap membantu memperjuangkan hak para konsumen. Masalah keterlambatan pembangunan di masa pandemi ini sangat jamat terjadi, dan bukan hanya dialami Bhuvana, namun juga dialami oleh pengambang – pengembang lainnya. Namun, kami mengakui, memang ada masalah keterlambatan serah terima kepada para konsumen. Untuk itu kami mohon maaf,” tutur Kevin.

Bhuvana, yang lokasi dekat dengan stasiun kereta komuter menambah kemudahan bagi para penghuni cluster untuk mobilitas ke stasiun Serpong, Palmerah, Tanah Abang, Dukuh Atas Sudirman, Jakarta, Depok, Bekasi dan sekitarnya. Bhuvana dibangun di lahan seluas seluas 23 hektare dan terdiri sekitar 1.600 unit rumah dan ruko yang terbagi dalam empat cluster.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Bisnis Ustaz Solmed: Ada Grup Musik sampai Vila Mewah

5 Bisnis Ustaz Solmed: Ada Grup Musik sampai Vila Mewah

Entertainment | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 11:45 WIB

Kesuma Agung Selaras Optimis Target Penjualan Rp 250 Miliar Bisa Terlampaui

Kesuma Agung Selaras Optimis Target Penjualan Rp 250 Miliar Bisa Terlampaui

Bisnis | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 07:40 WIB

Kisah Pengusaha Properti Sukses Berkat Uang Saku Dari Ibu Sebesar Rp4.800

Kisah Pengusaha Properti Sukses Berkat Uang Saku Dari Ibu Sebesar Rp4.800

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 13:27 WIB

Terkini

IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu

IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 09:16 WIB

FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya

FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:44 WIB

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:27 WIB

7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya

7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:22 WIB

Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI

Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:22 WIB

Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan

Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:20 WIB

Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar

Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:16 WIB

Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tembus Rp491,63 Triliun

Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tembus Rp491,63 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:52 WIB

BEI Gembok Saham YPAS, UDNG, dan POLY, Investor Diminta Waspada

BEI Gembok Saham YPAS, UDNG, dan POLY, Investor Diminta Waspada

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:36 WIB

CELIOS Wanti-Wanti Mandatori B50 Bisa Bikin Rugi Negara

CELIOS Wanti-Wanti Mandatori B50 Bisa Bikin Rugi Negara

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:29 WIB