Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya
Viral! Wisata Pantai Hancur Usai Perusahaan Tambang Menggurita di Pesisir Konawe Selatan, Siapa Pemiliknya? Foto @rudyworldpacker
  • Pantai Kartika rusak akibat ekspansi tambang batu gamping.
  • Ekowisata warga lumpuh, ekonomi lokal ikut terpuruk.
  • Tambang didorong kebutuhan industri smelter nikel Sultra.

Suara.com - Gelombang kemarahan publik pecah setelah video udara yang memperlihatkan kerusakan parah Pantai Kartika di Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial.

Kawasan pesisir yang dulu dikenal sebagai surga wisata eksotis dengan panorama karst bak “Raja Ampat mini” kini berubah menjadi lanskap gersang akibat kepungan aktivitas tambang batu gamping.

Pantai Kartika atau Tanjung Kartika bersama Pulau Senja di Desa Wawatu sebelumnya menjadi magnet wisata alam Sulawesi Tenggara. Tebing-tebing karst Formasi Laonti yang berdiri megah di tepian Selat Wawonii menawarkan panorama laut jernih, lokasi snorkeling, hingga spot menyelam favorit wisatawan.

Namun keindahan yang terbentuk selama ribuan tahun itu kini perlahan hilang. Bukit-bukit karst dikupas alat berat demi memenuhi kebutuhan industri pengolahan nikel pirometalurgi yang terus tumbuh di Sulawesi Tenggara. Pulau Senja bahkan disebut telah rata dengan tanah akibat eksploitasi batu gamping yang masif.

Kondisi tersebut kini membayangi Pantai Kartika yang berada berdampingan dengan area tambang. Aktivitas pengerukan terus mengikis tebing pelindung alami pantai, sementara limpasan material tambang yang terbawa hujan memicu sedimentasi lumpur tebal di kawasan pesisir.

Akibat sedimentasi itu, terumbu karang tertutup endapan lumpur sehingga merusak ekosistem laut dan mematikan aktivitas wisata bahari. Warga menyebut kawasan yang dulunya ramai wisatawan kini semakin sepi karena air laut keruh dan kerusakan lingkungan makin meluas.

Kerusakan ekologis tersebut berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat Desa Wawatu. Sejak viral pada 2017, Pantai Kartika dan Pulau Senja sempat menjadi sumber penghasilan baru bagi warga pesisir yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

Warga memperoleh pemasukan dari jasa perahu wisata, penyewaan alat snorkeling, penjualan hasil laut, hingga usaha kuliner. Namun seiring meredupnya daya tarik wisata akibat tambang, roda ekonomi lokal perlahan lumpuh.

Ironisnya, sektor pertambangan disebut tidak memberikan efek ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Sebagian warga hanya terserap sebagai pekerja kasar dengan pendapatan terbatas, sementara keuntungan terbesar mengalir keluar daerah melalui aktivitas industri tambang dan rantai pasok smelter nikel.

Aktivitas tambang batu gamping di pesisir Moramo diketahui didorong tingginya kebutuhan industri peleburan nikel. Batu gamping digunakan sebagai bahan fluks untuk membantu proses pemurnian logam dan mengikat zat pengotor dalam pembakaran bersuhu tinggi.

Sejumlah perusahaan tercatat menguasai konsesi pertambangan di kawasan tersebut. PT Citra Khusuma Sultra (CKS) memiliki izin operasi produksi batu gamping seluas 122 hektare dengan kuota produksi mencapai 1,04 juta ton per tahun dan izin berlaku hingga 2030.

Selain itu terdapat CV Ramadhan Moramo dengan konsesi awal 11 hektare di kawasan Pulau Senja, PT Hoffmen Energi Perkasa dengan dua konsesi seluas 19,56 hektare dan 18 hektare, serta PT Ramadhan Moramo Raya dan CV Ilyas Karya yang juga mengantongi kuota produksi besar.

Berdasarkan profil perizinan, PT Citra Khusuma Sultra beroperasi di Kabupaten Konawe Selatan dengan IUP operasi produksi batu gamping melalui WIUP 2474055442015004. Perusahaan tersebut memiliki area konsesi seluas 122,60 hektare dengan alamat kantor di Kendari.

Masifnya ekspansi tambang di kawasan pesisir Moramo kini memunculkan pertanyaan besar mengenai arah pembangunan daerah. Di satu sisi, industri tambang dan hilirisasi nikel menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Namun di sisi lain, kerusakan lingkungan dan matinya sektor ekowisata berbasis komunitas memunculkan biaya sosial dan ekologis yang tidak kecil bagi masyarakat lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

IBC Fokus Riset Kembangkan Paten Baterai EV yang Sesuai dengan Kebutuhan Indonesia

IBC Fokus Riset Kembangkan Paten Baterai EV yang Sesuai dengan Kebutuhan Indonesia

Otomotif | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:53 WIB

Perusahaan Tambang Tiarap Akibat Ketidakpastian Kebijakan, Astra UD Trucks Fokus ke Pasar Logistik

Perusahaan Tambang Tiarap Akibat Ketidakpastian Kebijakan, Astra UD Trucks Fokus ke Pasar Logistik

Otomotif | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:06 WIB

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 17:29 WIB