facebook

HKMU Bersiap Rights Issue, Bakal Terbitkan 5,1 Miliar Saham Baru

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
HKMU Bersiap Rights Issue, Bakal Terbitkan 5,1 Miliar Saham Baru
Konferensi pers usai PT HK Metals (HKMU) melakukan RUPSLB di Jakarta, Kamis (7/10/2021). [Suara.com/Fadil]

PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berencana menggelar aksi korporasi saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Suara.com - PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berencana menggelar aksi korporasi  saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue guna menggandeng mitra strategis.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5.150.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Namun harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) ini belum ditentukan.

Perseroan akan meminta persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Sementara itu, agenda kedua RUPSLB yakni persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor beserta penyesuaian pada Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan peningkatan modal tersebut.

Baca Juga: Bank BRI Terima Kucuran Dana Rp41 Triliun Dari Right Issue, 70 Persen Dari Asing

Direktur Utama HKMU Muhamad Kuncoro mengatakan jangka waktu pelaksanaan PUT atau rights issue tersebut akan dilakukan setelah perseroan mengantongi Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Merujuk pada ketentuan Pasal 8 ayat 3 POJK 14, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. Rights issue diharapkan akan digelar dan selesai di kuartal I tahun 2022," katanya dalam konferensi pers usai RUPSLB di Jakarta,  Kamis (7/10/2021).

Dana rights issue, setelah dikurangi dengan seluruh komisi, biaya, ongkos dan pengeluaran lainnya, akan digunakan untuk modal kerja, pembayaran sebagian utang, dan sisanya untuk anak usaha.

"Kami memperkirakan bahwa dalam hal dana yang diperoleh dari hasil HMETD ini digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana, maka kami akan memiliki sejumlah dana yang bisa digunakan sebagai modal kerja untuk pelaksanaan strategi bisnis ritel dan pembayaran sebagian utang," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jodi Pujiyono, Direktur dan Sekretaris Perusahaan HKMU, menambahkan bahwa aksi rights issue ini juga menjadi salah satu strategi dalam menggandeng mitra baru di tengah membaiknya kinerja bisnis.

Baca Juga: Oversubscribed, Total Right Issue BRI Capai Rp95,9 Triliun

Berdasarkan Keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, saat ini pemegang saham HKMU yakni PT Hyamn Sukses Abadi dengan porsi 46,87 persen atau 1.509.963.750 saham, sementara investor pulik (di bawah 5 porsen) sebesar 53,13 persen atau sebanyak 1.711.786.250 saham.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar