Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.405,685
LQ45 632,547
Srikehati 308,939
JII 387,605
USD/IDR 17.712

Mengintip Prospek Startup eFishery: Budidaya Ikan Dengan Teknologi Akuakultur

M Nurhadi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:03 WIB
Mengintip Prospek Startup eFishery: Budidaya Ikan Dengan Teknologi Akuakultur
Seorang petani pembudidaya ikan dan udang (kiri) mendapat pendampingan dari startup eFishery dalam memanfatkan teknologi akuakultur untuk meningkatkan hasil budi daya ikan dan udang. ANTARA/HO-eFishery​​​​​​​

Suara.com - Startup atau perusahaan rintisan makin menjamur dari dalam negeri. Tidak hanya merambah teknologi, kini berbagai perpaduan juga mulai banyak dilirik investor, seperti e-agriculture yang dikembangkan dengan tujuan membantu petani.

“Dengan penerapan teknologi dan ketersediaan nutrisi yang terjangkau serta proses produksi pangan yang berkelanjutan, bisa menjadi solusi dalam menjaga ketahanan pangan," kata Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Menurut Gibran, industri akuakultur sektor perikanan memiliki potensi besar untuk ikut mengatasi masalah ketahanan pangan seperti yang saat ini dikembangkan eFishery.

eFishery adalah perusahaan rintisan (startup) industri akuakultur pertama di Indonesia yang menyediakan solusi dalam budi daya ikan dan udang secara berkelanjutan.

“Dengan menggunakan data dan teknologi, eFishery membantu para pembudidaya ikan meningkatkan produktivitas dan kualitas budidayanya, melalui permodalan, serta mendapatkan akses untuk memperluas pasar,” katanya.

Saat ini, eFishery menyediakan aplikasi berbasis operas digital eFisheryKu, aplikasi layanan penyediaan pakan eFisheryFeed yang terintegrasi dengan layanan pendanaan eFisheryFund.

Dengan eFisheryFeed, pembudidaya bisa mendapatkan berbagai merk pakan sesuai kebutuhan dengan harga yang lebih kompetitif.

Ditambah lagi, pembelian pakan juga lebih mudah karena disediakan opsi pembayaran dengan sistem tempo eFisheryKabayan (kasih bayar nanti) yang menjadi bagian dari eFisheryFund.

"eFishery selalu menjadi solusi untuk mengatasi masalah fundamental dalam industri akuakultur dengan menyediakan teknologi yang terjangkau," ujar Gibran.

baca juga

Menurutnya, salah satu daerah yang melek teknologi dalam praktik budi daya perikanan adalah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang dikenal sebagai daerah penghasil ikan konsumsi seperti patin, lele, gurami, tombro, nila hitam, dan tawes.

Tercatat ada 12.220 orang pembudidaya ikan yang menggantungkan mata pencahariannya dari ikan konsumsi di 12 kecamatan seperti Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol, Boyolangu, Kedungwaru, Ngantru, dan Kauman.

Sementara, untuk budi daya ikan di air deras bisa ditemui di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang.

Meskipun tinggal di daerah berstatus Sentra Perikanan Budidaya, namun para pembudidaya ikan dari Tulungagung tidak lepas dari masalah klasik tingginya biaya produksi akibat harga pakan yang mahal.

Salah seorang pembudidaya ikan patin di Tulungagung, Muktasim mengatakan pertama kali menekuni profesi sebagai pembudidaya ikan pada 2019 sejak mengenai metode budi daya ikan berbasis teknologi yang diusung eFishery.

“Bergabung dengan eFishery banyak manfaat, karena eFishery memberikan solusi masalah pakan berupa efisiensi pakan menggunakan mesin pelontar otomatis dan pinjaman pakan, serta membantu membuka jaringan pemasaran,” ujar Muktasim.

Kini, ia menjadi salah satu dari 18,000 pembudidaya ikan yang telah tergabung dalam ekosistem eFishery yang mendapat pengalaman berharga, misalnya eFisheryFeeder Ikan, yaitu mesin pemberi pakan ikan otomatis yang dapat dikontrol langsung melalui ponsel.

Dengan eFisheryFeeder Ikan, Muktasim bisa dengan mudah mengatur jadwal pemberian pakan dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ikan.

Selain itu, setiap pakan yang dikeluarkan melalui eFisheryFeeder akan tercatat secara otomatis sehingga pembudidaya dapat terus memantau pengeluaran pakan setiap hari tanpa harus mencatat secara manual.

Dengan pemanfaatan teknologi tersebut, Muktasim yang awalnya memiliki hanya 15 kolam patin, dalam 2 tahun terakhir mampu menambah jumlah kolam budidayanya menjadi 35 kolam.

Dampaknya, hasil panen yang diraup oleh Muktasim mampu mencapai 10 hingga 15 ton ikan patin per bulan, dari yang sebelumnya hanya berkisar 5 ton per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandu Sjahrir Kolaborasi dengan Ellen May untuk Perkuat Edukasi Investor Ritel

Pandu Sjahrir Kolaborasi dengan Ellen May untuk Perkuat Edukasi Investor Ritel

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 05:47 WIB

Sederet Sumber Kekayaan Maudy Ayunda, Kini Jadi Investor

Sederet Sumber Kekayaan Maudy Ayunda, Kini Jadi Investor

Banten | Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:43 WIB

Resmi Jadi Investor Startup Segari, Maudy Ayundya: Model Bisnis Masa Depan

Resmi Jadi Investor Startup Segari, Maudy Ayundya: Model Bisnis Masa Depan

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:29 WIB

Jaga Ketahanan Pangan Indonesia, Pembudidaya Ikan dan eFishery Terus Tumbuh Bersama

Jaga Ketahanan Pangan Indonesia, Pembudidaya Ikan dan eFishery Terus Tumbuh Bersama

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:41 WIB

Tak Hanya Lokal, Investor Asing Juga Rebutan Borong Saham BBCA Usai Stock Split

Tak Hanya Lokal, Investor Asing Juga Rebutan Borong Saham BBCA Usai Stock Split

Bisnis | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:46 WIB

Menkominfo Ingin Indonesia Punya Satu Startup Decacorn Lagi

Menkominfo Ingin Indonesia Punya Satu Startup Decacorn Lagi

Tekno | Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:22 WIB

Terkini

BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:13 WIB

5 Sunscreen Tanpa Niacinamide untuk Kulit Kering dan Sensitif

5 Sunscreen Tanpa Niacinamide untuk Kulit Kering dan Sensitif

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:02 WIB

3 Zodiak Paling Dibenci, Benarkah Punya Sifat Menyebalkan?

3 Zodiak Paling Dibenci, Benarkah Punya Sifat Menyebalkan?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus

Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026

Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:54 WIB

Viva Milk Cleanser Cucumber untuk Kulit Apa? Ini Cara Pakai dan Review Pengguna

Viva Milk Cleanser Cucumber untuk Kulit Apa? Ini Cara Pakai dan Review Pengguna

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

×