- Gempa magnitudo 4,4 memicu longsor lumpur dan batu besar ke Sungai Lhende di perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu sore.
- Bencana tersebut menyebabkan banjir bandang yang menewaskan 157 orang, merusak infrastruktur parah, serta menghilangkan ratusan warga dan wisatawan asing.
- Otoritas kedua negara terus melakukan evakuasi korban, sementara India mengeluarkan peringatan siaga banjir dan mengevakuasi ribuan warga di hilir.
Suara.com - Runtuhan dinding lumpur dan batuan berukuran raksasa menghantam aliran sungai di kawasan pegunungan Himalaya yang membatasi Nepal dan wilayah Tibet, China, pada Rabu sore.
Peristiwa tersebut memicu banjir bandang dahsyat yang menerjang permukiman di wilayah Nepal, menewaskan sedikitnya 157 orang, serta menyebabkan ratusan warga dan wisatawan mancanegara hilang.
Berdasarkan rekaman video keamanan yang terverifikasi, derasnya arus air bercampur lumpur menerjang area perbatasan dan menyeret puluhan orang secara mendadak.
Otoritas penanggulangan bencana di kedua negara mengkhawatirkan jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur masih akan terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berjalan.
Dugaan Pemicu Runtuhan dan Dampak Kerusakan
Dikutip dari Reuters, pejabat pemerintah Nepal mengindikasikan bahwa peristiwa ini dipicu oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 yang terdeteksi oleh German Research Centre for Geosciences, sekitar tujuh menit sebelum bencana terjadi. Guncangan tersebut diduga menyebabkan bagian bawah gletser runtuh hingga memicu tanah longsor berskala besar.
Otoritas Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal memaparkan bahwa analisis citra satelit Planet Labs menunjukkan material es dan batuan menghantam Sungai Lhende, sekitar 20 kilometer timur laut perbatasan Rasuwagadhi.
Dampak terjangan banjir bandang dan material longsor mencakup kerusakan parah pada infrastruktur di wilayah Nepal maupun Tibet:
- Kerusakan Permukiman dan Infrastruktur: Puluhan rumah, jaringan jalan utama, hingga fasilitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah Nuwakot, Dhading, dan Distrik Rasuwa hancur tersapu air.
- Kondisi Pelabuhan Gyirong (Tibet): Kantor berita Xinhua melaporkan longsor menghantam area Pelabuhan Gyirong di wilayah Shigatse, memutus total akses jalan, jaringan komunikasi, dan pasokan listrik. Tiga orang dilaporkan tewas dan 265 orang masih dalam pencarian di area tersebut.
- Peringatan Bencana di India: Arus banjir yang mengalir deras ke area hilir memicu peringatan siaga banjir di Negara Bagian Uttar Pradesh dan Bihar, India. Pemerintah lokal Bihar telah mengevakuasi sekitar 5.000 warga dari enam distrik rawan.
Ratusan Wisatawan Asing Hilang dan Operasi Penyelamatan
Kepolisian Nepal mengonfirmasi telah menemukan 157 jenazah hingga Rabu malam. Sementara itu, Kementerian Pariwisata Nepal mencatat lebih dari 400 wisatawan dilaporkan hilang, di mana sekitar 340 orang di antaranya merupakan warga negara asing dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Kanada.
Selain wisatawan, delapan warga negara Korea Selatan yang bekerja pada proyek pembangkit listrik tenaga air di area terdampak juga dilaporkan hilang.
Wilayah tersebut merupakan jalur utama peziarah menuju kawasan suci Kailash Manasarovar di Tibet.
Pemerintah Nepal mengerahkan helikopter militer untuk melakukan evakuasi medis dan pendistribusian bantuan di titik-titik terisolasi seperti Syapru Besi dan Timure. Kendati demikian, pendaratan armada udara masih terkendala oleh tingginya debit air sungai yang meluap melampaui batas normal.