Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

M Nurhadi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:45 WIB
Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia
Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026). [Istimewa]
baca 10 detik
  • Gempa bumi magnitudo 4,4 di Himalaya memicu runtuhnya struktur es gletser secara mendadak.
  • Material longsor es dan batuan raksasa menghantam Sungai Lhende di perbatasan Nepal dan Tibet.
  • Banjir bandang lumpur masif menghancurkan infrastruktur serta menewaskan ratusan jiwa di kawasan tersebut.

Suara.com - Bencana banjir bandang dan longsor raksasa yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan wilayah Tibet, China, hingga menewaskan ratusan jiwa kini mulai terungkap penyebab utamanya.

Berdasarkan temuan awal dan analisis data geologi, bencana alam berskala masif tersebut dipicu oleh runtuhnya struktur es gletser yang diawali oleh guncangan gempa bumi di area pegunungan Himalaya.

Laporan Badan Penanggulangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal mengungkapkan bahwa pemicu utama petaka ini berawal dari fragmen material es dan batuan berukuran raksasa yang runtuh mendadak. Longsoran es tersebut menghantam aliran Sungai Lhende, yang berlokasi sekitar 20 kilometer sebelah timur laut titik perbatasan Rasuwagadhi.

Guncangan Gempa Sebagai Pemicu Awal Runtuhan

Mengenai pelepasan material longsor yang begitu mendadak, data pemantauan dari German Research Centre for Geosciences mencatat adanya aktivitas tektonik berupa gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 di kawasan tersebut.

Reuters melaporkan, guncangan gempa ini terdeteksi terjadi sekitar tujuh menit sebelum rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan gelombang material menghantam area perbatasan.

Guncangan tektonik tersebut diduga kuat menjadi katalis utama yang meretakkan dan memicu runtuhnya bagian bawah gletser Himalaya.

Keruntuhan fondasi es dalam skala besar ini secara seketika mendorong jutaan ton campuran batu, es, serta tanah lunak meluncur deras dari ketinggian hampir 2.000 meter di atas permukaan laut.

Eskalasi Menjadi Banjir Bandang dan Bendungan Alami yang Jebol

baca juga

Percampuran antara runtuhan gletser, tanah longsor, dan tingginya debit air sungai menciptakan fenomena banjir bandang pekat bercampur lumpur (debris-laden flood).

Peningkatan volume air dan material padat yang datang secara mendadak membuat aliran sungai meluap drastis melampaui batas normalnya, hingga menyapu bersih apa pun yang dilaluinya di sepanjang aliran hulu menuju hilir.

Luncuran material lumpur dan batuan dari ketinggian ekstrem ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur di sekitar titik runtuhan seperti Pelabuhan Gyirong di Tibet, tetapi juga menjadi pemicu utama meluapnya sungai-sungai besar yang mengalir hingga ke dataran rendah di utara India.

Kombinasi faktor geologis dan hidrologis inilah yang menjadikan dampak kerusakan fisik maupun korban jiwa dalam peristiwa ini sangat masif di kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Prabowo: Respons Kita di NTT Sangat Cepat dan Masif, Negara Hadir

Prabowo: Respons Kita di NTT Sangat Cepat dan Masif, Negara Hadir

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Giliran China Diancam-ancam Donald Trump Gara-gara Iran

Giliran China Diancam-ancam Donald Trump Gara-gara Iran

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Tesla Recall Jutaan Unit Mobil Listrik karena Ada Masalah Keamanan di Bagian Pintu

Tesla Recall Jutaan Unit Mobil Listrik karena Ada Masalah Keamanan di Bagian Pintu

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:06 WIB

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

×