Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

1 Miliar Orang yang Merokok Rata-rata Tinggal di Negara Miskin

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:15 WIB
1 Miliar Orang yang Merokok Rata-rata Tinggal di Negara Miskin
Ilustrasi perokok (Shutterstock)

Suara.com - Sebanyak 100 pakar global mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran berkeras dengan sikap anti terhadap vaping. Sikap ini dinilai berkontribusi pada “jutaan” kematian terkait konsumsi rokok yang sebenarnya bisa dihindari.

Dalam sebuah surat terbuka menjelang pertemuan pengendalian tembakau global yang akan digelar bulan depan, sekelompok pakar nikotin dan kebijakan menyampaikan kecaman terhadap WHO karena “mengabaikan potensi untuk mengubah pasar konsumen tembakau dari komoditas berisiko tinggi menjadi produk berisiko lebih rendah”.

“WHO menolak strategi kesehatan masyarakat yang dapat menghindari jutaan kematian terkait rokok,” tulis mereka dalam surat terbuka tersebut, seperti dikutip dari laman News.com.au Rabu (26/10/2021).

Surat tersebut ditujukan kepada sejumlah pihak yang merupakan bagian dari Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau (FCTC), perjanjian yang dibuat pada tahun 2004 dalam naungan WHO, menjelang Conference of Parties (CoP/konferensi) kesembilan yang akan dimulai pada 8 November.

“WHO telah menjalankan kampanye pelarangan terhadap pengurangan dampak dari tembakau, meskipun pengurangan dampak tembakau adalah bagian dari kebijakan resminya dalam FCTC,” kata Dr Colin Mendelsohn, ketua pendiri Asosiasi Pengurangan Dampak Buruk Tembakau Australia dan salah satu dari 100 pakar global yang menandatangani surat terbuka tersebut.

Profesor Emeritus dari National Center for Youth Substance Use Research di University of Queensland, Wayne Hall dan Dr Alex Wodak, konsultan emeritus di Rumah Sakit St Vincent dan ketua lembaga think tank Australia21, juga menandatangani surat tersebut.

Dr Mendelsohn mengatakan WHO “selalu berlebihan dan terus-menerus mendapat informasi yang salah tentang pengurangan dampak buruk tembakau dan tidak mengerti bahwa itu [pengurangan dampak buruh tembakau] menggantikan kebiasaan merokok”, tetapi di saat yang sama pendekatannya “sangat berpengaruh”, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (low-middle income countries).

"Kondisi ini akan menyebabkan lebih banyak kematian dan penderitaan akibat merokok, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana sebagian besar kematian akibat merokok sudah terjadi," kata Dr Mendelsohn.

Saat ini diperkirakan ada 1 miliar perokok di seluruh dunia. Sekitar 80 persennya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dalam laporan tembakau 2021 yang dirilis pada bulan Juli, WHO menegaskan kembali sikapnya yang menentang rokok elektrik dengan alasan bahwa anak-anak yang menggunakan produk tersebut berpotensi 3 kali lebih besar untuk menggunakan produk tembakau di masa depan.

“Nikotin sangat adiktif. Sistem penghantaran nikotin elektronik ini berbahaya, sehingga harus diatur dengan lebih baik,” kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus saat itu.

“Pemerintah negara-negara yang tidak melarang nikotin harus mengadopsi kebijakan yang tepat untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya sistem pengiriman nikotin elektronik, dan untuk mencegah penggunaan nikotin oleh anak-anak, remaja dan kelompok rentan lainnya.”

Menurut laporan WHO, 32 negara telah melarang penjualan rokok elektrik dan 79 lainnya telah mengadopsi setidaknya satu tindakan untuk menekan penjualan, penggunaan, atau promosi produk tersebut.

Dengan demikian, masih ada 84 negara di yang belum mengatur atau membatasi penjualan rokok elektrik dengan cara apa pun.

Mantan Walikota New York Michael Bloomberg yang juga merupakan Duta Besar Global WHO untuk Penyakit dan Cedera Tidak Menular, melakukan kampanye menentang vape.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merokok Bisa Bikin Kurus, Cek Fakta Sebenarnya!

Merokok Bisa Bikin Kurus, Cek Fakta Sebenarnya!

Bogor | Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Dianggap Lebih Aman, 100 Ilmuwan Desak WHO soal Penggunaan Rokok Elektrik

Dianggap Lebih Aman, 100 Ilmuwan Desak WHO soal Penggunaan Rokok Elektrik

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:20 WIB

Tolak Kenaikan Cukai, Serikat Pekerja Rokok Gagas Petisi Online

Tolak Kenaikan Cukai, Serikat Pekerja Rokok Gagas Petisi Online

Bisnis | Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:33 WIB

Terkini

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB