Pertamina Tekor, Berapa Harga Pantas Pertalite Jika Harus Naik?

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 16:32 WIB
Pertamina Tekor, Berapa Harga Pantas Pertalite Jika Harus Naik?
Pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di SPBU Cikini Raya, Jakarta, Senin (16/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - PT Pertamina (Persero) berencana merevisi harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite. Revisi dilakukan karena  menurut Pertamina harga pertalite saat ini masih jauh dari harga keekonomian. 

Untuk diketahui, saat ini Pertamina masih menjual Pertalite dengan harga Rp 7.650 per liter, padahal seharusnya harga keekonomian pertalite sebesar Rp 11.000 per liter.

Lantas, berapakah harga pantas pertalite jika mengalami kenaikan di tengah Pandemi Covid-19 ini?

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, Pertamina boleh menaikkan harga pertalite, asalkan melihat kondisi masyarakat saat ini. 

Jangan sampai, kenaikan harga pertalite ini justru memberatkan masyarakat. Sehingga, ia menyarankan, kenaikan harga Pertalite tidak sampai pada harga keekonomian.

"Untuk Pertalite mungkin tidak harus mencapai keekonomian tapi misalnya di angka 1500 per liter agar tidak memberatkan masyarakat juga," ujar Mamit saat dihubungi Jumat (29/10/2021). 

Mamit juga menyarankan, Pertamina bisa menaikkan harga pertalite itu pada tahun depan selagi memantau perkembangan perekonomian dalam negeri. 

"Harus tetap menyesuaikan dengan kondisi perekonomian masyarakat juga. Jika tidak bisa sekarang, harapan saya tahun depan bisa ada perubahan harga sambil tetap memantau kemampuan dan daya beli masyarakat dan pastinya pandemi yang terus berkurang," ucap Mamit. 

Sebelumnya, Mamit Setiawan menanggapi, seharusnya harga BBM jenis pertalite sudah naik dari dulu. Sebab, pertalite bukan jenis BBM penugasan pemerintah dan merupakan BBM umum di mana yang mengatur harga adalah badan usaha.

baca juga

"Sesuai dengan KepMen ESDM 62/2020 untuk jenis BBM umum maka penyesuaian harga dilakukan oleh badan usaha. Hanya saja, dengan pertimbangan saat ini Pertalite merupakan bbm dengan konsumsi paling banyak maka penyesuaiam tersebut sulit dilakukan," tutur Mamit.

Di sisi lain, Mamit mengemukakan, selama ini Pertamina harus menanggung kerugian, karena disparitas harganya begitu tinggi, yakni rata-rata mencapai Rp 3.000 per liter. 

"Ini membuat keuangan Patra Niaga selaku subholding commercial and trading berdarah-darah. Ini diperparah dengan tidak bisa dilakukan penyesuaian harga untuk BBM Pertamax sehingga menambah beban Pertamina," kata dia

Dalam hal ini, Mamit pun  mengusulkan pemerintah bisa memberikan keleluasaan bagi Pertamina untuk menyesuaikan harga pertamax pada awal November agar bisa menambal kerugian dari penjualan pertalite.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jauh dari Nilai Keenomian, Haruskah Harga Pertalite Naik?

Jauh dari Nilai Keenomian, Haruskah Harga Pertalite Naik?

Bisnis | Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:11 WIB

Premium Dihapus Beralih ke Pertalite, Ahok: Keputusan di Kementerian

Premium Dihapus Beralih ke Pertalite, Ahok: Keputusan di Kementerian

Bisnis | Kamis, 28 Oktober 2021 | 10:19 WIB

Begini Respon Ahok, Pertamina Tekor Jual Pertalite Rp 7.650

Begini Respon Ahok, Pertamina Tekor Jual Pertalite Rp 7.650

Video | Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:05 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×