Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Stabilkan Harga Telur Ayam, Mentan SYL Serap Satu Juta Butir dari Peternak Mandiri

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 01 November 2021 | 20:07 WIB
Stabilkan Harga Telur Ayam, Mentan SYL Serap Satu Juta Butir dari Peternak Mandiri
Kementan serap 1 juta telur ayam dari peternak mandiri. (Dok: Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengambil langkah kongkret guna menstabilkan harga telur peternak mandiri, yakni menyerap 1 juta telur. Upaya ini merupakan langkah darurat yang diterapkan untuk menyelamatkan peternak mandiri dengan skala UMKM yang harga telurnya mengalami penurunan akibat dampak pandemi Covid-19.

"Ini adalah agenda SOS yang dilakukan Dirjen Peternakan dan sebaiknya semua menghargai itu, karena membeli 1 juta butir tidak gampang, tapi kita berharap bisa serap sesuai kemampuan kita untuk stabilisasi harga,” demikian dikatakan Mentan SYL pada acara Kementan Serap Satu Juta Telur Ayam Peternak UMKM di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (1/11/2021).

Penyerapan telur oleh Kementan adalah tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakor) Eselon 1 yang digelar Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian pada tanggal 11 Oktober 2021 dan surat Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Nomor TAN.04.01/728/SES.M.EKON/10/2021 tanggal 12 Oktober 2021 perihal himbauan dukungan aksi solidaritas bersama untuk peternak rakyat.

"Konsep ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa pemerintah hadir pada semua kendala yang ada dimasyarakat, karena tugas kita adalah bela negara dan hari ini Kementan hadir untuk itu,” jelas SYL.

Menurut SYL, faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga telur ayam ras yakni volume supply di kandang dan daya serap pelaku pasar, pola konsumsi bersifat musiman (seasonal), serta mekanisme dan distribusi telur antar daerah. Untuk itu, guna menjaga kestabilan harga telur, Kementan melakukan 3 agenda utama.

"Pertama, agenda sos yakni melakukan serap telur saat produksi melimpah. Kedua, agenda temporary yakni mendekatkan produksi jagung dengan sentra peternak agar kebutuhan pakan ternak bisa terserap. Ketiga, agenda permanen, yakni mendorong industri pengolahan telur," ungkapnya.

SYL mengaku sudah langsung mengecek berapa harga telur dibeberapa daerah setelah intervensi, dan secara bertahap sudah naik.

“Kemaren harga telur didaerah sudah mencapai 17 ribu. Jadi sudah mulai mendekati harga stabil yang harus capai,” imbuh SYL.

Bersamaan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan, Nasrullah menjelaskan total jumlah telur yang diserap oleh Kementan sebanyak 1 juta butir telur ayam atau setara dengan 62,5 ton. Pada tahap pertama diserahkan sebanyak 30 ton dan sisanya sebanyak 32.5 ton akan diserahkan pada tahap selanjutnya. Daerah sentra produksi telur ayam peternak mandiri yakni Provinsi Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

baca juga

“Hari ini telah tiba 30 ton dan untuk selanjutnya akan dibagikan kepada yatim piatu, yayasan panti asuhan, seluruh karyawan dalam bentuk perbaikan gizi pada karyawan kita,” ucapnya.

Lebih lanjut Nasrullah mengatakan, potensi produksi telur ayam ras pada bulan Oktober sebanyak 426.241 ton, dengan tingkat kebutuhan 377.744 ton, dan berpotensi surplus 48.497 ton. Saat kondisi pandemi atau masa PPKM seperti saat ini produksi berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging ayam dan telur .

“Hari ini untuk mempercepat penyerapan kita melakukan penandatanganan kerjasama antara Kementerian Pertanian dalam hal ini Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan PT Biogen yang berkomitmen dalam menyerap telur secara langsung dari peternak UMKM di sentra produksi,” terang Nasrullah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jualan Martabak Murah, Omzet Pedagang Ini Nominalnya Bikin Publik Heran

Jualan Martabak Murah, Omzet Pedagang Ini Nominalnya Bikin Publik Heran

Lifestyle | Senin, 18 Oktober 2021 | 19:11 WIB

Pembentukan Bappanas Tak Efektif, Pemerhati Pangan: Akan Terjadi Tumpang Tindih Kewenangan

Pembentukan Bappanas Tak Efektif, Pemerhati Pangan: Akan Terjadi Tumpang Tindih Kewenangan

Bisnis | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:13 WIB

Heboh Laki-laki Ini Dadar Telur Ular, Netizen Langsung Mual

Heboh Laki-laki Ini Dadar Telur Ular, Netizen Langsung Mual

Batam | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Faisal Basri:  Badan Pangan Nasional hanya Replika BKP Kementan

Faisal Basri: Badan Pangan Nasional hanya Replika BKP Kementan

Bisnis | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:07 WIB

Harga Telur dan Ayam Ras di Makassar Mulai Naik Jelang Peringatan Maulid Nabi

Harga Telur dan Ayam Ras di Makassar Mulai Naik Jelang Peringatan Maulid Nabi

Sulsel | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:50 WIB

Produksi Padi 3 Bulan ke Depan Naik 5,8% Dibanding Tahun Lalu

Produksi Padi 3 Bulan ke Depan Naik 5,8% Dibanding Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:31 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×