alexametrics

Pertamina Dukung Target Pemerintah Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

Liberty Jemadu
Pertamina Dukung Target Pemerintah Tekan Emisi Gas Rumah Kaca
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat konferensi pers terkait penanganan kebakaran di kompleks pertangkian T39, Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (12/6/2021). [ANTARA/Sumarwoto]

Pengurangan emisi karbon Pertamina berasal dari efisiensi operasi kilang dan hulu, pemanfaatan gas suar, pemanfaatan kembali limbah panas, serta inisiatif energi panas bumi.

Suara.com - Perseroan Terbatas Pertamina mengimplementasikan sejumlah inisiatif untuk mendukung target pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor energi.

Menurut Direktur Utama & CEO Pertamina Nicke Widyawati, BUMN itu fokus pada pengurangan emisi gas, terutama di bidang transportasi jalan raya, penerbangan, perkapalan, serta industri kimia dan petrokimia - yang berdasarkan grafik dunia, memberikan kontribusi kurang dari 20 persen emisi karbon.

"Pengurangan emisi karbon terbesar berasal dari efisiensi operasi kami di fasilitas kilang dan hulu, pemanfaatan gas suar, pemanfaatan kembali limbah panas di kilang dan hulu, serta inisiatif energi lainnya dari panas bumi," kata Nicke saat berbicara dalam diskusi panel tentang ekonomi hijau yang diselenggarakan di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Senin.

Untuk mencapai target pengurangan 25,9 juta ton CO2 pada tahun 2030, Pertamina telah melakukan beberapa inisiatif, antara lain meningkatkan kapasitas panas bumi menjadi 1.065 megawatt serta mengembangkan pembangkit listrik berbasis air dan surya, yang masing-masing ditargetkan mencapai 715 megawatt dan 3.100 megawatt.

Baca Juga: BRI dan Pertamina Grup Berkolaborasi untuk Majukan Industri Oil and Gas

BUMN energi itu sedang dalam pengembangan kilang hijau di Plaju dan Cilacap yang akan beroperasi pada tahun 2025.

Pertamina juga turut serta dalam perusahaan patungan baterai Indonesia dengan mengembangkan ekosistem baterai EV, termasuk bisnis swapping dan charging, serta mengembangkan pabrik methanol untuk gasifikasi yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2025.

"Dahulu energi kilang kami dari bahan bakar, sekarang kami beralih ke gas dan juga sebagian dari solar," kata Nicke.

Inisiatif lain yang dilakukan Pertamina untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca antara lain pengembangan bioenergi, ekonomi karbon sirkular, serta energi baru dan terbarukan.

"Kami memiliki target ambisius untuk mengubah energi di fasilitas kami menjadi 30 persen bauran energi dari energi baru dan terbarukan," kata Nicke.

Baca Juga: Butuh Modal Rp3.500 Triliun Agar Indonesia Lepas Dari PLTU

Pertamina mencatat penurunan emisi sebesar 27,08 persen selama periode 2010—2020, atau melebihi target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca (NDC) pada tahun 2020 sebesar 26 persen.

Komentar