-
Pertamina menurunkan harga BBM bensin non-subsidi seperti Pertamax mulai 1 Agustus 2026.
-
BBM jenis diesel nonsubsidi Pertamina serta BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga.
-
SPBU swasta Shell dan BP menawarkan tarif bersaing untuk lini bensin dan diesel.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) resmi memangkas harga sejumlah produk BBM non-subsidi jenis bensin mulai Sabtu, 1 Agustus 2026. Kebijakan ini mengubah peta persaingan tarif bahan bakar di SPBU tanah air jika dibandingkan dengan operator swasta seperti Shell dan BP.
Langkah penurunan tarif ini fokus menyasar konsumen bahan bakar bensin nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Green 95, hingga Pertamax Turbo. Konsumen bensin nonsubsidi Pertamina kini menikmati penyesuaian harga di tengah kestabilan tarif varian diesel.
Penyesuaian serentak pada awal bulan ini makin memperlebar selisih harga bensin Pertamina dengan produk sekelas dari SPBU swasta. Keberanian Pertamina mengoreksi harga bensin memberikan angin segar bagi pemilik kendaraan pribadi.
![Stok BBM di SPBU Shell langka setelah Pertamina naikkan harga pada 10 Juni 2026 [Suara.com/Yaumal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/10/62107-spbu-shell-shell.jpg)
Sesuai pembaruan data Pertamina Patra Niaga, penurunan harga berlaku spesifik untuk jajaran Pertamax Series di seluruh kawasan Indonesia. Di wilayah Jawa dan Bali, Pertamax kini dilepas di angka Rp 15.950 per liter.
Produk ramah lingkungan Pertamax Green 95 merosot menjadi Rp 16.600 per liter untuk area Jawa dan sekitarnya. Sementara itu, bensin performa tinggi Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp 18.300 per liter di wilayah yang sama.
Berbeda dari lini bensin, Pertamina memilih mempertahankan tarif BBM segmen diesel nonsubsidi. Varian Dexlite tetap berada di angka Rp 19.700 per liter dan Pertamina Dex ditawarkan Rp 21.150 per liter untuk Jawa-Bali.
Begitu pula dengan jenis BBM subsidi yang tidak mengalami perubahan sama sekali. Pemerintah bersama Pertamina menetapkan Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.
Peta Persaingan SPBU Swasta
Di sisi lain, operator swasta Shell Indonesia mengonsentrasikan penjualannya pada satu jenis bahan bakar diesel. Berdasarkan saluran resminya, Shell V-Power Diesel kini dipasarkan dengan harga Rp 21.910 per liter.
Sementara itu, jaringan SPBU BP menyajikan pilihan produk yang lebih lengkap untuk persaingan di bulan Agustus ini. Lini bensin BP 92 dipatok sebesar Rp 16.130 per liter, sedangkan varian BP Ultimate dipasarkan pada angka Rp 16.760 per liter.
Untuk segmen peminum solar premium, BP Ultimate Diesel dipasarkan setara dengan tarif kompetitor swastanya. Bahan bakar diesel unggulan milik BP tersebut berada di angka Rp 21.910 per liter.
Perubahan harga BBM non-subsidi pada awal bulan merupakan langkah rutin operator migas sesuai pergerakan harga minyak mentah dunia. Pertamina dan operator swasta rutin memperbarui daftar tarif retailnya setiap tanggal 1.
Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekonomi serta keberlanjutan pasokan energi nasional. Masyarakat diimbau selalu memantau pembaruan harga resmi sebelum melakukan pengisian di SPBU pilihan.