- PT Pertamina Lubricants mengekspor sekitar 11.000 kiloliter pelumas per tahun ke 16 negara tujuan sejak dimulai pada 2007.
- Volume ekspor tersebut menyumbang sekitar tiga persen dari total keseluruhan penjualan produk pelumas perusahaan secara berkala.
- Perusahaan mengoperasikan fasilitas Mini LOBP berkapasitas 3.000 kiloliter untuk menopang produksi khusus kebutuhan pasar internasional.
Suara.com - PT Pertamina Lubricants mencatatkan volume ekspor pelumas mencapai sekitar 11.000 kiloliter (KL) per tahun ke 16 negara tujuan.
Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia,.menyebutkan penjualan ke pasar mancanegara tersebut saat ini menyumbang sekitar 3 persen dari total keseluruhan penjualan produk pelumas perusahaan.
"Kalau volume-nya secara keseluruhan, untuk ekspor memang masih sekitar 3 persen dari keseluruhan penjualan dari produk pelumas Pertamina. (Sekitar 11.000 KL untuk ekspor)," kata Rika di Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta, Jakarta Utara pada Rabu (12/8/2026).
Ia menyampaikan bahwa meskipun penjajakan ke pasar global terus berjalan, fokus utama bisnis perusahaan saat ini tetap diprioritaskan untuk menggarap pasar domestik.
"Ekspansi pasar tentu terus kami lakukan, saat ini produk kami sudah hadir di 16 negara. Namun, fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan pasar domestik karena potensinya masih sangat besar untuk dieksplorasi," ujar Rika di Jakarta.
Jangkauan ekspor Pertamina Lubricants di 16 negara tersebut dibangun secara bertahap sejak 2007, dimulai dari Korea Selatan.
Pasar ekspor kemudian meluas ke Bangladesh dan Afrika Selatan pada 2010, disusul China, Myanmar, Thailand, dan Vietnam pada 2014.
![Pertamina Lubricants Catat Volume Ekspor 11 Ribu KL ke 16 Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2026). [Suara.com/Yaumal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/12/81056-pertamina-lubricants-catat-volume-ekspor-11-ribu-kl-ke-16-negara.jpg)
Ekspansi berlanjut ke Malaysia, Nigeria, Timor Leste, dan Yaman pada 2015, lalu Singapura pada 2016, Australia pada 2018, Jepang pada 2020, Filipina pada 2021, hingga yang terbaru ke Tanzania pada 2024.
Sementara itu, Manager Production Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya menjelaskan bahwa karakteristik dan kebutuhan pasar yang beragam di setiap negara mewajibkan perusahaan menyesuaikan produk ekspornya, seperti label kemasan yang disesuaikan dengan bahasa negara tujuan.
Untuk menopang produksi pasar internasional yang bervolume lebih kecil dibanding domestik, Pertamina Lubricants mengoperasikan fasilitas Mini Lubricant Oil Blending Plant (LOBP) berkapasitas 3.000 kiloliter (KL).
"Jadi memang pasar ekspor kita belum sebesar domestik. Sehingga kalau kita produksi di plant utama kita Itu kurang ekonomi. Nah Akhirnya kita buat satu plant Mini LOBP yang memang fokus untuk produk ekspor," kata Dody.