SDM dan Teknologi Jadi Kunci untuk Memperkuat Ketahanan Industri

Iwan Supriyatna

Selasa, 09 November 2021 | 14:58 WIB
SDM dan Teknologi Jadi Kunci untuk Memperkuat Ketahanan Industri
Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) ke-4.

Suara.com - Bersamaan dengan pulihnya berbagai negara dari pandemi, penguatan ketahanan industri tetap menjadi kunci untuk membangun dunia yang lebih baik di masa endemik COVID-19.

Demikian tema dari pameran “Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) ke-4” yang kembali digelar dari 22 hingga 24 November 2021 dalam format hibrida untuk memaksimalkan jangkauan regional dan mendorong keterlibatan dalam industri manufaktur dan industri terkait.

Dua pilar utama ITAP 2021 adalah SDM dan Teknologi yang Memberdayakan. Dua hal tersebut adalah kunci untuk membangun ketahanan dan kelangsungan dunia yang tahan COVID.

“COVID-19 masih menjadi masalah besar bagi perusahaan manufaktur yang melakukan produksi secara fisik dan aktivitas lapangan. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR) dapat membantu mengurangi masalah ini dengan memungkinkan produsen bekerja dengan aman, mengurangi risiko terpapar sekaligus meningkatkan produktivitas. Kami mengajak perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan kesempatan ini guna mengevaluasi proses bisnis mereka, meningkatkan keterampilan pekerja mereka dan membekalinya dengan keahlian yang tepat untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi. ITAP senantiasa menjadi platform industri di kawasan untuk mengeksplorasi solusi inovatif, memperluas jaringan kemitraan dan membangun gudang alat mereka untuk pengembangan kemampuan,” ujar Chua Wee Phong ditulis Selasa (9/11/2021).

Chief Executive (Markets), Constellar Holdings, selaku penyelenggara pameran.

“Digitasi, keberlanjutan, dan rantai pasokan yang efektif adalah kunci daya saing produksi. Pandemi dengan jelas menunjukkan seberapa cepat proses produksi dapat ditantang. Implementasi dan perluasan produksi yang berkesinambungan dalam Industri 4.0 menjadi komponen yang semakin penting dalam pengembangan produksi. Kawasan Asia Pasifik dengan cepat berkembang menjadi hub bagi perusahaan teknologi yang terkait dengan Industri 4.0. ITAP memberikan kesempatan bertemu secara langsung dengan perusahaan-perusahaan tersebut, merasakan inovasi teknologi dan menjalin kerjasama bisnis,” ujar Dr. Jochen Köckler, Chief Executive, Deutsche Messe, mitra internasional ITAP.

Fokus tahun ini pada Sumber Daya Manusia dan Teknologi adalah hasil dari pengamatan mendalam terhadap negara-negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, yang memiliki sentimen kuat seputar tantangan tenaga kerja yang timbul akibat protokol jaga jarak.

“Situasi ini akan terus berlanjut dan menciptakan kenormalan baru dimana perusahaan harus menyesuaikan pola kerja dan proses produksi. Ini akan menjadi kekuatan pendorong Industri 4.0 dan kita perlu mengembangkan secara sistematis di semua dimensi untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Siriwat Waiyanit, Wakil Ketua (Manufacturing Automation and Robot Center) Thai-German Institute, organisasi perdagangan pendukung ITAP di Thailand yang berfokus pada transfer teknologi manufaktur maju ke industri Thailand.

Jaffri Ibrahim, CEO CREST Malaysia menambahkan, begitu Malaysia pulih dari pandemi, penting bagi industri untuk mengadopsi teknologi Industri 4.0 melebihi sebelumnya guna memungkinkan pemulihan bisnis dan sektoral, bagi pengembangan sosial ekonomi masyarakat dan bangsa, serta mencapai ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

baca juga

CREST adalah kepanjangan dari Collaborative Research in Engineering, Science and Technology Centre di Malaysia, yang berfokus pada Penelitian & Pengembangan, Pengembangan Bakat, dan Komersialisasi Industri E&E untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

CREST bekerjasama dengan pemerintah, pelaku industri, dan berbagai universitas di seluruh Malaysia untuk mengembangkan teknologi Industri 4.0, seperti Virtual Manufacturing Flow dan Predictive Maintenance dengan Augmented Reality dan lain-lain.

COVID-19 memperlihatkan bagaimana industri saling berhubungan, dan bahwa ekosistem yang sehat dan tangguh akan membawa manfaat bagi semua pihak.

Untuk mendorong sinergi diantara sektor-sektor industri terkait, ITAP 2021 akan digelar bersamaan dengan pameran rantai pasok yakni LogiSYM 2021 dan CARGONOW 2021 yang digelar untuk pertama kalinya.

Seminar LogiSYM 2021, yang digelar selama pameran, akan membuka peluang untuk saling berbagi pengetahuan, mengembangkan kemampuan dan peluang dalam Smart Logistics and Supply Chain Management Solutions.

Sementara CARGONOW 2021 akan menampilkan teknologi dan inovasi logistik mutakhir. Kedua event tersebut akan menarik perhatian pada empat bidang: Additive Manufacturing, Digital Factory, Industrial Automation dan Intra-Logistics.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Risma: Tagana Perlu Memiliki Kemampuan Analisis Situasi Bencana

Mensos Risma: Tagana Perlu Memiliki Kemampuan Analisis Situasi Bencana

News | Selasa, 09 November 2021 | 13:50 WIB

Teknologi Jerman Masih Terus Dipakai di Mesin Kapal Perang Cina

Teknologi Jerman Masih Terus Dipakai di Mesin Kapal Perang Cina

News | Selasa, 09 November 2021 | 13:37 WIB

Peneliti: Pemerintah Perlu Revisi Target Indikasi RPJMN untuk Prevalensi Merokok

Peneliti: Pemerintah Perlu Revisi Target Indikasi RPJMN untuk Prevalensi Merokok

Bisnis | Selasa, 09 November 2021 | 10:38 WIB

Terkini

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

×