Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Proyek Smelter Didominasi Tenaga Asing, Luhut Salahkan Warga Lokal Tak Kuasai Teknologi

Erick Tanjung, Achmad Fauzi

Rabu, 17 November 2021 | 17:27 WIB
Proyek Smelter Didominasi Tenaga Asing, Luhut Salahkan Warga Lokal Tak Kuasai Teknologi
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan alasan banyak tenaga asing di proyek-proyek tambang dan smelter.

Hal ini, kata dia, karena tidak ada tenaga kerja Indonesia khususnya lokal mengusai teknologi pada proyek tambang dan smelter nikel. Dengan begitu, mau tidak mau proyek tersebut dikerjakan oleh Tenaga kerja asing (TKA).

"Nah ini memang kesalahan kami puluhan tahun, sekarang kami perbaiki. Memang banyak kritik awal-awalnya kenapa nggak tenaga Indonesia, memang nggak ada," kata Luhut dalam webinar ITS, Rabu (17/11/2021).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengaku sampai bertemu salah satu ekonom untuk menjelaskan kenapa tenaga kerja asing mendominasi proyek smelter nikel.

Dan ia menegaskan, bahwa tidak gampang menempatkan tenaga kerja lokal dalam proyek smelter, sebab latar pendidikannya yang sangat jauh yang dibutuhkan dalam proyek.

"Memang tidak segampang apa yang diomong. Itu pekerjanya harus di train karena dasar pendidikannya sejarah, kemudian hukum, perawat, bayangkan di kontrol room itu karena kita tidak punya," ujar Luhut.

Luhut mengakui, kondisi ini memang terjadi dari kesalahan di masa lampau yang mana pemerintah tidak memperhatikan Politeknik-politeknik di daerah.

Ia pun mengklaim, pemerintahan saat ini telah memperbaiki kesalahan itu dengan memperbaiki sistem Politeknik di daerah-daerah.

"Kenapa nggak orang indonesia, karena kita nggak ada, karena kita berpuluh-puluh tahun tidak pernah memperhatikan bangunan politeknik di daerah-daerah ini," imbuh Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Berencana Ketatkan Momen Perayaan Tahun Baru

Takut Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Berencana Ketatkan Momen Perayaan Tahun Baru

Bali | Selasa, 16 November 2021 | 10:39 WIB

Perayaan Tahun Baru 2022 Bakal Dilarang, Luhut Tegaskan Soal Ini

Perayaan Tahun Baru 2022 Bakal Dilarang, Luhut Tegaskan Soal Ini

Sumbar | Selasa, 16 November 2021 | 08:10 WIB

Kasus COVID-19 Naik, PPKM Jawa Bali Diperpanjang Hingga Akhir November

Kasus COVID-19 Naik, PPKM Jawa Bali Diperpanjang Hingga Akhir November

Bisnis | Selasa, 16 November 2021 | 06:46 WIB

Terkini

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB