alexametrics

Kemendag Yakin Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Tumbuh Dua Kali Lipat

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Kemendag Yakin Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Tumbuh Dua Kali Lipat
Suasana bongkar muat pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan surplus neraca perdagangan pada tahun ini bakal lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan surplus neraca perdagangan pada tahun ini bakal lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Bahkan, surplus pada tahun ini bisa dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. 

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan mengemukakan, capaian itu bisa diraih dengan melihat perekembangan surplus neraca perdagangan selama pandemi.

"Jadi, kami yakin akhir tahun nanti kami bisa dapat surplus perdagangan dua kali lipat dari yang terjadi tahun 2020 lalu. ini adalah prestasi yang belum pernah terjadi di indonesia," ujar Marolop dalam pelepasan ekspor reduktan pestisida secara virtual, Selasa (30/11/2021).

Marolop memaparkan, surplus neraca perdagangan hingga Oktober 2021 ini telah mencapai USD 30 miliar. Ia melanjutkan, capaian ini melebihi data surplus neraca perdagangan selama tahun 2020 sebesar USD 21 miliar. 

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor di Kawasan Perbatasan, Kemendag Dirikan Pusat Promosi Ekspor di Entikong

Dengan pencapaian ini, tutur Marolop, membuktikan di tengah pandemi atau adanya pembatasan aktivitas sektor perdagangan tetap bisa jalan. 

"Bayangkan, 10 bulan sudah dapat 30 miliar USD, dibandingkan satu tahun lalu. Bapak ibu bisa lihat dan buktikan itu. ini surplus perdagangan tertinggi sepanjang sejarah. Jadi tidak ada pembatasan itu menghalangi perdagangan kita, memperoleh keuntungan perdagangan," ucap dia. 

Marolop menambahkan, kinerja perdagangan pada tahun ini juga sangat menjajikan. Sampai Oktober, ungkap dia, nilai perdagangan Indonesia sebesar USD 341 miliar. 

Menurut dia, raihan ini melampaui capaian tahun 2020 yang mana nilai perdagangannya sebesar USD 304 miliar. 

"Ini angka yang belum pernah terjadi, sampai bulan oktober saja. Padahal 2020 satu tahun itu cuma USD 304 miliar. Bayangkan, pandemi kita perdagangannya meningkat. ini tertinggi, rekor ya," pungkas Marolop.

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus 18 Bulan Berturut-turut, Menko Airlangga Happy

Komentar