alexametrics

Bursa 'Kebakaran', CEO Indodax: Kripto Adalah Investasi Terbaik Saat Krisis

M Nurhadi
Bursa 'Kebakaran', CEO Indodax: Kripto Adalah Investasi Terbaik Saat Krisis
Ilustrasi mata uang kripto. (Pixabay)

CEO Indodax Oscar Darmawan menilai, penurunan harga aset kripto dalam beberapa hari terakhir sebagai hal yang yang wajar.

Suara.com - Penurunan harga kripto beberapa hari belakangan mencapai lebih dari 20 persen diduga kuat akibat varian COVID-19 jenis baru yaitu Omicron.

Meski demikian, CEO Indodax Oscar Darmawan menilai, penurunan harga aset kripto dalam beberapa hari terakhir sebagai hal yang yang wajar.

Harga Bitcoin dkk memang mendadak diskon akibat perkembangan varian baru virus corona tersebut. Hal ini disebabkan aksi jual investor yang merasa panik dan was was. Oscar  masih optimistis bahwa investasi di aset kripto adalah opsi investasi yang baik di kala krisis.

"Penurunan harga kripto merupakan hal yang sangat biasa di dunia investasi aset kripto dan saya berharap para investor khususnya investor pemula tidak perlu terlalu khawatir karena koreksi nya pun masih di bawah 50 persen. Ini sesuatu yang sehat justru di dunia kripto pada saat terjadi koreksi. Karena itu membantu membangun momentum kripto bisa naik lebih tinggi setelahnya," ujarnya.

Baca Juga: Masihkah Bullish Crypto Tahun Depan? Dapatkan Jawabannya di Coinfest 2022

Ia juga mengingatkan agar investor menggunakan uang 'dingin' saat bertransaksi di aset kripto. Ia juga eyakini, kripto sebagai investasi yang kuat melawan krisis karena tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan suatu negara.

Dengan adanya kasus COVID-19 varian Omicron, menurut dia, kasus penurunan harga kripto sama dengan yang terjadi pada 2020, ketika awal terjadi kasus COVID-19 di seluruh dunia. Melihat pola yang sama, dia berpendapat bahwa aksi jual tersebut sifatnya hanya sementara.

Para investor yang bertransaksi di aset kripto membutuhkan uang tunai dengan cepat karena kondisi ekonomi global yang terus memburuk akibat varian Omicron tersebut yang nantinya kondisi diyakini akan membaik setelah terjadi masa koreksi.

Layaknya kasus COVID-19 tahun lalu serta penurunan harga beberapa bulan lalu akibat kasus Evergrande Group dan pelarangan kripto di Tiongkok, lanjut Oscar, kondisi market yang sedang menurun seperti ini bisa dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli kripto di harga yang sedang murah.

"Mengambil contoh dari harga Bitcoin, ketika bulan Maret 2020 harganya menyentuh angka Rp70-80 jutaan per 1 bitcoin. Ketika kasus Evergrande Group dan pelarangan kripto di Tiongkok bulan September lalu, harga Bitcoin menyentuh angka Rp600 jutaan. Dan per hari ini, berdasarkan market Indodax, harga Bitcoin berada di kisaran Rp700 jutaan, padahal pasar sedang merah," katanya.

Baca Juga: Sam Bankman Fried: Solana Akan Jadi Bitcoin Berikutnya

Komentar