facebook

Erick Thohir Butuh Avengers untuk Selamatkan Ekonomi Dunia

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Erick Thohir Butuh Avengers untuk Selamatkan Ekonomi Dunia
Menteri BUMN Erick Thohir.[Instagram]

Erick Thohir melihat dunia sedang menghadapi tekanan yang tinggi.

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melihat dunia sedang menghadapi tekanan yang tinggi. Mulai dari rantai pasok, globalisasi pasar, hingga disrupsi ekonomi.

Bahkan, ia menggambarkan keadaan dunia seperti film-film superhero Marvel di mana terdapat musuh yang bisa mengahancurkan dunia.

"Tentu kita pernah mengingat pidato bapak Presiden mengenai Thanos ya, dimana beliau menyampaikan ini adalah sebuah kekuatan besar yang ingin menghancurkan dunia, karena itu pada saat itu kita perlu Avengers. Avengers terdiri dari tokoh-tokoh seperti Thor, Hulk, dan lain-lain," ujar Erick dalam Akselerasi Generasi Digital, Rabu (15/12/2021).

"Artinya apa? sama seperti yang terjadi hari ini. Bagaimana seluruh dunia menghadapi tekanan, tekanan daripada perubahan supply chain yaitu dengan globalisasi pasar yang makin terbuka, disrupsi ekonomi yang juga bisa menggantikan manusia dengan robotik, dan kesempatan usaha juga berubah," tambah dia.

Baca Juga: Merah Putih Fund Bakal Fokus Bantu Startup Muda dengan Valuasi 200 Juta Dolar AS

Ketua Pelaksana KPCPEN ini melanjutkan, dunia juga tengah menghadapi tekanan kesehatan dengan adanya pandemi Covid-19. Bahkan, banyak tokoh-tokoh dunia yang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.

"Dan untuk membentuk tokoh-tokoh besar itu butuh waktu 20-30 tahun. Artinya apa? sama seperti Marvel yang membikin universe dunia baru pasti penuh dengan tantangan baru, perlu superhero baru," ucap Erick.

Butuh ekosistem usaha baru untuk menghadapi tantangan dunia baru. Ekosistem baru ini, tutur dia, juga mengikuti perkembangan digital.

Maka dari itu, Erick juga meminta para BUMN-BUMN bisa menciptakan ekosistem bisnis baru yang bisa melawan tekanan-tekanan dunia

"Kita harus memastikan ekosistem ini yanh menang karena kalau tidak ekosistem kita akan dimakan oleh orang lain," pungkas Erick.

Baca Juga: Ultah ke-70, Perbasi Luncurkan Logo Baru

Komentar