PGN-KAI Uji Coba Kereta Pakai Bahan Bakar Gas Alam Cair

Erick Tanjung, Achmad Fauzi

Kamis, 16 Desember 2021 | 17:46 WIB
PGN-KAI Uji Coba Kereta Pakai Bahan Bakar Gas Alam Cair
Ilustrasi kereta api [KAI]

Suara.com - PT PGN Tbk bersama PT KAI Persero melakukan Uji Dinamis Teknologi gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai bahan bakar pada satu kereta yang akan dipakai untuk melayani penumpang trayek Jakarta – Surabaya. Uji Dinamis merupakan salah satu rangkaian dari pilot project guna mengurangi penggunaan solar bersubsidi.

Sinergi BUMN pada konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar LNG ini menggunakan sistem Diesel Dual Fuel (DDF), sehingga kereta yang awalnya berbahan bakar solar menjadi beroperasi dengan campuran dua bahan bakar, yakni gas dan solar. Gas digunakan sebagai bahan bakar utama, sedangkan solar sebagai pemantik api dan membantu dalam lubrikasi serta pendingin ruang bakar.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menjelaskan bahwa sebelum dilaksanakannya Uji Dinamis, telah dilaksanakan Uji Statis pada kereta pembangkit saat mesin dalam keadaan diam. Hasil dari Uji Statis menunjukkan bahwa adanya efisiensi kinerja mesin yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar solar.

"Keberhasilan uji coba statis akan didukung dengan pelaksanaan uji coba dinamis, dimana operasional mesin di-test pada kondisi yang sebenarnya. Tujuannya untuk mengkonfirmasi hasil dari uji statis dan menguji ketahanan system DDF di kondisi operasional," ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (16/12/2021).

Manfaat bahan bakar LNG pada kereta api yang akan dirasakan diantaranya efisiensi biaya bahan bakar, biaya pemeliharaan mesin gas lebih rendah, sinergi BUMN, utilisasi angkutan barang, dan potensi pemanfaatan lahan stasiun milik PT KAI untuk pemanfaatan energi ramah lingkungan/green energy.

"Penggunaan bahan bakar LNG diharapkan bisa merealisasikan efisiensi biaya dan menunjang operasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna transportasi. Semoga bisa berkelanjutan dan masuk ke tahapan implementasi dan bermanfaat bagi kedua belah pihak serta masyarakat," kata Heru.

PGN dan KAI terus berkoordinasi untuk mendapatkan demand kebutuhan LNG dan skema logistic yang paling efisien di wilayah selatan Jawa. Rencana kota yang dilayani antara lain Kabupaten Klaten, Kabupaten Karang Anyar, dan D.I Yogyakarta dibagi dalam dua tahap.

Saat ini PGN telah mengidentifikasi 4 titik serah dalam pengangkutan LNG ke daerah Pulau Jawa bagian selatan sebagai quick win. Iso Tank LNG yang akan dipakai berukuran 20 ft, bersumber dari Surabaya di Teluk Lamong.

"Kami optimis dengan menggunakan LNG sebagai bahan bakar KAI ini dapat memberikan benefit bagi KAI dan PGN Group, terutama mendukung pemerintah dalam mengurangi impor BBM," pungkas Heru.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Layanan Rapid Test Antigen di 5 Stasiun KAI Daop 1 Jakarta

Jadwal Layanan Rapid Test Antigen di 5 Stasiun KAI Daop 1 Jakarta

Bekaci | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:21 WIB

Catat, Daftar Stasiun KAI yang Melayani Rapid Test Antigen

Catat, Daftar Stasiun KAI yang Melayani Rapid Test Antigen

Bekaci | Rabu, 15 Desember 2021 | 21:15 WIB

Subholding Gas Pertamina Gunakan Konsep Pelayanan Eco Industrial di Kawasan Industri

Subholding Gas Pertamina Gunakan Konsep Pelayanan Eco Industrial di Kawasan Industri

Bisnis | Rabu, 15 Desember 2021 | 17:21 WIB

Terkini

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Timnas Malaysia Harus Gigit Jari, Hajime Moriyasu Pilih ke Eropa Bukan ASEAN

Timnas Malaysia Harus Gigit Jari, Hajime Moriyasu Pilih ke Eropa Bukan ASEAN

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Perbedaan Bedak Tabur Sariayu Warna Kuning Langsat vs Pengantin, Ini Detailnya

Perbedaan Bedak Tabur Sariayu Warna Kuning Langsat vs Pengantin, Ini Detailnya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Cara Memakai Bedak Padat agar Tidak Dempul, Hasil Lebih Flawless dan Natural

Cara Memakai Bedak Padat agar Tidak Dempul, Hasil Lebih Flawless dan Natural

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Sinopsis Wish You All the Best, Dracin Song Zu Er dan Chen Xin Hai di WeTV

Sinopsis Wish You All the Best, Dracin Song Zu Er dan Chen Xin Hai di WeTV

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Anggota Parlemen Lim Guan Eng: Rakyat Malaysia Tidak Bisa Diam Lagi Hadapi Kabut Asap dari Indonesia

Anggota Parlemen Lim Guan Eng: Rakyat Malaysia Tidak Bisa Diam Lagi Hadapi Kabut Asap dari Indonesia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:09 WIB

OJK-BEI Hari Ini Bertemu MSCI, Minta Penjelasan soal Ancaman Status IHSG ke Standalone Market

OJK-BEI Hari Ini Bertemu MSCI, Minta Penjelasan soal Ancaman Status IHSG ke Standalone Market

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Teka-teki Tong Biru Isi Duit Rp 934 Juta Bupati Klaten, KPK Curigai Modus Kelabui OTT

Teka-teki Tong Biru Isi Duit Rp 934 Juta Bupati Klaten, KPK Curigai Modus Kelabui OTT

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Pesona Pegunungan Kaukasus, Melihat Kehidupan di Kaki Pegunungan Georgia

Pesona Pegunungan Kaukasus, Melihat Kehidupan di Kaki Pegunungan Georgia

Foto | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Presiden AS Donald Trump Ejek Nama Nabi Muhammad

Presiden AS Donald Trump Ejek Nama Nabi Muhammad

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:57 WIB

×