Array

14 Ribu Perusahaan Game China Tutup Gegara Pemerintah, Tencent Hingga miHoYo Terdampak

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 06 Januari 2022 | 18:11 WIB
14 Ribu Perusahaan Game China Tutup Gegara Pemerintah, Tencent Hingga miHoYo Terdampak
Tencent Holdings Limited, China. Salah satu dari perusahaan internet terbesar di dunia. Booth dalam sebuah pameran internet. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Sejak pertengahan tahun 2021 silam, pemerintah China dilaporkan semakin gencar membuat aturan terkait video game. Salah satunya yang mengatur jam bermain bagi anak di bawah umur. Namun, tidak hanya itu saja, sejumlah perusahaan pembuat game dikabarkan terdampak hingga terancam bubar.

The National Press and Publication Administration (NPPA) selaku pihak yang diberi kewenangan dari pemerintah dalam perizinan perusahaan pembuat game secara tidak langsung menekan perusahaan-perusahaan kecil di negara itu.

Mengutip dari South Cina Morning Post, hingga saat ini, setidaknya ada 14 ribu izin perusahaan game dicabut. Jumlah ini sudah termasuk pihak yang bekerja sama dengan perusahaan game, mulai dari merchandise dan publisher yang merilisnya.

Meski cukup mengecewakan, hal ini diduga bukan karena perusahaan terkait yang tidak melapor melainkan NPPA yang diduga berhenti merilis izin regulasi di industri tersebut tanpa alasan yang jelas.

Hal ini diduga kuat berhubungan dengan ucapan Presiden Xi Jinping yang berencana membuat aturan ketat dalam bermain game.

Dalam salah satu pidato yang cukup mencuri perhatian pada tahun lalu, Xi Jinping mengaku khawatir video game memberi dampak buruk terhadap generasi muda, terlebih anak di bawah umur.

Pertengahan 2021 lalu, politisi dari partai komunis China ini merilis aturan main game online untuk anak di bawah umur. Ia juga memperketat aturan perusahaan pembuat game di negara itu.

Sejumlah perusahaan raksasa seperti Tencent hingga NetEase juga turut merasakan dampak ini. Sejak Juli 2021, dilaporkan ada cukup banyak perusahaan yang memilih hengkang dan mendirikan cabang baru di negara lain guna mengantisipasi kerugian.

Sebagai contoh, perusahaan miHoYo yang memilih mendirikan cabang baru di luar China guna tetap bsia beroperasi.

Baca Juga: Selingkuh Tak Bisa Jadi Alasan Gugat Cerai di China, Warganet di China Pun Heboh

Perusahaan yang membesut game Genshin Impact ini juga masih belum memprediksi kemungkinan mereka akan kembali ke China meski tidak menjelaskan lebih jauh dimana mereka akan mendirikan kantor baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI