facebook

Persaingan Makin Ketat, Tantangan Industri Semen Makin Berat

Rizki Nurmansyah | Mohammad Fadil Djailani
Persaingan Makin Ketat, Tantangan Industri Semen Makin Berat
Suasana aktivitas pekerja di Pabrik Semen Gresik, Tuban, Jawa Timur, Senin (28/3).

Peta persaingan industri semen saat ini semakin ketat dengan munculnya beberapa pemain baru.

Suara.com - Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Donny Arsal mengatakan bahwa industri semen kedepannya akan semakin berat karena persaingan yang semakin ketat.

"Kebersamaan menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan industri semen kedepan yang akan semakin berat," kata Donny Arsal dalam keterangan tertulis saat perayaan ulang tahun SIG ke-9 Jumat (7/1/2022).

Menurut dia, peta persaingan industri semen saat ini semakin ketat dengan munculnya beberapa pemain baru. Apalagi kondisi over supply semakin mempertajam tingkat kompetisi di market.

Untuk mensiasati itu emiten dengan kode saham SMGR ini telah mencanangkan strategic bussiness priority dengan inisiatif. Salah satunya peningkatan operational excellence serta melakukan optimalisasi supply chain.

Baca Juga: Produsen Semen BUMN Klaim Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca 14 Persen

"Apalagi kondisi over supply semakin mempertajam tingkat kompetisi di market," katanya.

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan sebagai salah satu BUMN semen terbesar di Asia Tenggara yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat dan Indonesia, dirinya berharap SIG dapat bertransformasi menjadi BUMN kelas dunia.

"Melalui Inovasi, produk dan layanan serta inovai teknologi dan digital untuk meningkatkan daya saing secara global, hal ini sesuai dengan tagline-nya Go Beyond Next," katanya.

"Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-9 SIG, teruslah berkembang dan berinovasi, meningkatkan prestasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa Indonesia yang kita cintai," pungkas Erick Thohir.

Hingga kuartal III 2021, SMGR membukukan laba bersih senilai Rp 1,38 triliun per kuartal III-2021. Jumlah ini menurun 9,9 persen dari laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,54 triliun.

Baca Juga: Peringati HUT ke-8, Semen Gresik Gelar Sujud Syukur dan Santuni Anak Yatim

Penurunan laba bersih ini bersamaan dengan menurunnya pendapatan SMGR. Emiten produsen semen Gresik ini membukukan pendapatan senilai Rp 25,33 triliun atau menurun 1,13 persen dari pendapatan SMGR di tahun lalu sebesar Rp 25,62 triliun.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar