Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

NFT Karpet Milik Paus Fransiskus Hadiah dari Pangeran Arab Laku Rp1,1 Miliar

M Nurhadi

Senin, 17 Januari 2022 | 17:56 WIB
NFT Karpet Milik Paus Fransiskus Hadiah dari Pangeran Arab Laku Rp1,1 Miliar
NFT karpet Paus Fransiskus hadiah dari Pangeran UEA (via Blockchainmedia)

Suara.com - Sebuah karpet yang dihadiahkan Uni Emirat Arab kepada Paus Gereja Katolik beberapa tahun lalu laku terjual dengan harga yang fantastis dalam bentuk NFT.

Karpet itu secara fisik masih berda di Vatikan meski NFT digitalnya digunakan untuk menggalang dana untuk diberikan kepada rakyat Afghanistan.

Untuk informasi, karpet pontifex tersebut merupakan hadiah dari Pangeran Abu Dhabi Sheikh Mohamad Bin Zayed Al Nahyan untuk Paus Fransiskus pada 2016 silam saat keduanya berjumpa dalam agenda hubungan diplomasi kedua negara.

NFT karpet itu terjual 25 ETH setara US$82 ribu pada Jumat (14/01/2022), sementara Kepala Gereja Katolik tetap menyimpan karpet asli yang ditenun oleh wanita asli Afganistan itu.

Sementara, pembeli NFT akan menerima replika karpet asli yang diciptakan oleh Zuleya, anak perusahaan Fatima Bint Mohamed Bin Zayed Initiative (FBMI).

FBMI didirikan pada tahun 2010 untuk menghadirkan perubahan bagi kehidupan wanita dan anak di Afganistan yang cenderung keras. Gerakan ini fokus pada perawatan kesehatan, edukasi dan rangkaian reformasi sosial serta ekonomi.

Kepala FMI, Maywand Jabarkhyl mengatakan, market NFT menjadi langkah kritis untuk maju bagi lembaga tersebut karena memungkinkan tim FBMI menampilkan rancangan mereka kepada warga dunia dan membuka aliran penghasilan baru bagi artis lokal Afganistan.

“Ini mungkin merupakan NFT paling ikonik yang terjual di Timur Tengah. Pembeli akan mendapat replika fisik dari karpet ditambah kanvas digital 165 cm dengan rangka emas yang akan berisi NFT tersebut,” jelas Musfir Khawaja, co-founder NFTOne, marketplace yang menjual NFT karpet itu.

Token ini jadi salah satu dari enam bagian yang ditampilkan menggunakan kanvas digital pada pagelaran Seni Abu Dhabi bersama dengan karya seni kontemporer dunia. Zuleya menciptakan ulang karpet Pontifex sebagai NFT dalam kemitraan dengan platform NFT Morrow Collective.

baca juga

NFT menawarkan cara unik untuk mencetak ulang berkas digital seperti foto, video dan audio lalu menyimpannya dalam blockchain demi membuktikan keaslian kepemilikan. Teknologi ini sudah lama beredar tetapi populer pada tahun 2020.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena 'Latah' NFT, Kominfo Ingatkan soal Penguatan Literasi Digital

Fenomena 'Latah' NFT, Kominfo Ingatkan soal Penguatan Literasi Digital

Riau | Senin, 17 Januari 2022 | 17:43 WIB

Monumen Sita Kepandung Setinggi 12 Meter Akan Percantik Wajah Denpasar, Pembiayaan Melalui NFT

Monumen Sita Kepandung Setinggi 12 Meter Akan Percantik Wajah Denpasar, Pembiayaan Melalui NFT

Bali | Senin, 17 Januari 2022 | 14:41 WIB

Tren NFT Harus Dibarengi dengan Penguatan Literasi Digital

Tren NFT Harus Dibarengi dengan Penguatan Literasi Digital

Tekno | Senin, 17 Januari 2022 | 13:41 WIB

Bikin Ngiri! Ghozali Ditawari Kolaborasi Bareng Kreator NFT Seksi Asal Singapura

Bikin Ngiri! Ghozali Ditawari Kolaborasi Bareng Kreator NFT Seksi Asal Singapura

Bisnis | Senin, 17 Januari 2022 | 13:29 WIB

5 Selebritis Dunia Ikut Ramaikan Tren NFT, Ada Shawn Mendes Tujuannya Mulia Banget

5 Selebritis Dunia Ikut Ramaikan Tren NFT, Ada Shawn Mendes Tujuannya Mulia Banget

Tekno | Senin, 17 Januari 2022 | 06:02 WIB

Ramai Fenomena NFT, Publik Diingatkan Bahaya Jual Foto Selfie e-KTP

Ramai Fenomena NFT, Publik Diingatkan Bahaya Jual Foto Selfie e-KTP

Riau | Senin, 17 Januari 2022 | 07:05 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB