facebook

Penjualan Anjlok Gegara COVID-19, Starbucks Jalin Kerjasama 'Kontroversial' dengan Meituan

M Nurhadi
Penjualan Anjlok Gegara COVID-19, Starbucks Jalin Kerjasama 'Kontroversial' dengan Meituan
Ilustrasi logo Starbucks (Entrepreneur.com)

Starbuck menjalin kerjasama dengan Meituan yang dikenal sebagai pesaing Alibaba, sementara mereka sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Alibaba.

Suara.com - Wabah virus corona turut memberi dampak signifikan terhadap penjualan produk Starbucks (SBUX.O) di China. Meski dihantam isu tersebut, perusahaan itu justru mengembangkan distribusi produknya usai bekerja sama dengan Meituan.

Perusahaan asal AS itu pada Selasa (18/1/2021) secara resmi menjalin kerjasama dengan meituan guna menyasar pelanggan China lebih jauh.

Terlebih, saat ini persaingan bisnis kopi di China semakin ketat sehingga Starbucks menginginkan ketersediaan yang lebih luas untuk menjangkau para konsumen meski sebelumnya perusahaan ini sudah bermitra dengan cabang Ele.me Alibaba Group yang tidak lain adalah kompetitor dari Alibaba. Berkaitan dengan hal ini, Alibaba masih memilih bungkam.

"Kerja sama eksklusif memiliki kerangka waktu, Starbucks akan memperluas layanan dengan lebih banyak mitra, saya yakin ini bukan kejutan," kata Liu Xingliang, presiden konsultan teknologi China Internet Data Center.

Baca Juga: Pemerintah Hong Kong Akan Musnahkan 2 Ribu Hamster, Masyarakat Dilarang Cium Hewan Peliharaan

Mengutip Reuters, saham Meituan terpantau naik sebanyak 5,3% dalam perdagangan Selasa kemarin usai adanya kabar ini meski belum bisa dipastikan keterkaitannya.

Sebelumnya, empat retail Starbucks di China terpaksa tutup karena wabah virus corona hingga berdampak pada penurunan 7% dalam penjualan kuartal keempat China.

Direktur Grup Riset Pasar China Ben Cavender mengatakan bahwa mengingat kekhawatiran seputar COVID-19 dan lalu lintas toko, sehingga menurutnya, masuk akal bagi Starbucks untuk agresif dalam mempromosikan pengiriman.

"Starbucks sekarang memiliki cukup persaingan dari pemain kopi lain sehingga jika konsumen tidak melihat toko mereka tersedia di aplikasi yang dipilih, mereka akan beralih ke merek lain," sambung dia.

Meituan memiliki sekitar 668 juta pengguna yang membayar di China pada akhir September dan memegang sekitar 68,2% dari pasar pengiriman makanan China pada kuartal kedua tahun 2020, menurut angka terbaru yang tersedia dari Trustdata.

Baca Juga: PPI Dapat Kontrak Jual Beli Ekspor Kopi ke Mesir Sebanyak 3.000 Ton

Starbucks memiliki 5.360 toko di lebih dari 200 kota di China, menurut laporan pendapatan terbaru perusahaan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar