Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:13 WIB
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
Ilustrasi perhiasan emas. (Freepik)
  • Investasi ETF emas global mencatat rekor *inflow* US$19 miliar (120 ton) pada Januari 2026, menurut World Gold Council.
  • Kawasan Asia menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi $10 miliar, dimana China memimpin akumulasi aset tersebut.
  • Total kepemilikan ETF emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 4.145 ton, didorong ketidakpastian geopolitik.

Suara.com - Pasar emas global mencatatkan sejarah baru pada pembukaan tahun ini. Berdasarkan laporan terbaru dari World Gold Council (WGC), produk investasi emas yang diperdagangkan di bursa atau Exchange-Traded Fund (ETF) berhasil menjaring arus kas masuk (inflow) sebesar 120 ton, atau setara dengan nilai fantastis US$19 miliar sepanjang Januari 2026.

Laporan yang dirilis pada Minggu (8/2/2026) ini menegaskan bahwa momentum tersebut merupakan arus masuk bulanan terkuat yang pernah terekam dalam sejarah industri emas.

Dengan lonjakan ini, total volume kepemilikan emas dalam instrumen ETF kini menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yakni 4.145 ton, melampaui pencapaian yang pernah terjadi pada tahun 2020 silam.

Kejutan terbesar datang dari wilayah Asia yang kini menjadi motor utama pertumbuhan pasar emas dunia, dengan catatan:

  • Volume Arus Masuk: Kawasan Asia menyumbang arus masuk sebesar 62 ton atau senilai hampir US$10 miliar.
  • Porsi Global: Secara mengejutkan, Asia menguasai 51% dari total arus kas bersih dunia pada bulan lalu.
  • Peran Strategis China: China menjadi penggerak utama di kawasan ini dengan nilai transaksi mencapai US$6 miliar.

Posisi China kini berada tepat di belakang Amerika Serikat sebagai sumber arus masuk ETF emas terbesar di dunia.

Ketidakpastian geopolitik dan tingginya permintaan institusional domestik menjadi pemicu utama minat investor China.

Di belahan bumi barat, investor Amerika Utara juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengakumulasi 43,4 ton emas senilai hampir US$7 miliar. Meski demikian, pasar sempat mengalami guncangan menjelang akhir Januari.

Koreksi harga terjadi seiring dengan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Bank Sentral AS (The Fed) yang baru.

Figur Warsh yang dipandang memiliki kebijakan moneter tertentu memicu volatilitas harga.

Namun, seperti yang dikutip via Kitco, para analis WGC mencatat bahwa meskipun harga mengalami koreksi tajam dari level tertingginya, investor justru memanfaatkan momentum tersebut untuk terus menambah kepemilikan ETF mereka hingga hari perdagangan terakhir bulan tersebut.

Geopolitik dan Ancaman Perang

Selain faktor moneter dari Amerika Serikat, peningkatan minat pada emas juga dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik.

Konflik dan ketegangan yang melibatkan AS dengan sejumlah wilayah seperti Iran, sebagian wilayah Eropa, hingga isu strategis di Greenland, mendorong investor untuk mencari perlindungan pada aset aman (safe haven).

Sementara itu, pasar Eropa terpantau masih tertinggal dibandingkan Asia dan Amerika Utara. Investor di Benua Biru tersebut tercatat hanya menambah kepemilikan sebesar 13 ton emas dengan nilai transaksi sekitar US$2 miliar.

DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data laporan bulanan World Gold Council (WGC) per Februari 2026. Pergerakan harga emas dan instrumen ETF memiliki risiko fluktuasi pasar yang tinggi. Keputusan untuk melakukan investasi pada instrumen derivatif emas sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 11:08 WIB

WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong

WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:07 WIB

Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas

Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:57 WIB

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:29 WIB

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:13 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB