Harga Bitcoin Cs Anjlok Setelah Dilarang di Banyak Negara

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
Harga Bitcoin Cs Anjlok Setelah Dilarang di Banyak Negara
Ilustrasi para pekerja sedang mengukir bitcoin.

Suara.com - Pergerakan uang kripto saat ini tengah terpuruk. Bahkan, nilainya telah anjlok hingga capai 20%. Penurunan ini disebabkan banyak negara-negara yang melarang penggunaan Bitcoin untuk transaksi.

Seperti dikutip CNN Business, Bitcoin telah turun lebih dari 8% dalam 24 jam terakhir, dan diperdagangkan pada USD 35.479, menurut CoinDesk. Cryptocurrency paling berharga ini juga telah anjlok lebih dari 20% sejak awal tahun. Pada bulan November itu diperdagangkan pada rekor tertinggi USD 68.990.

Cryptocurrency lainnya bahkan bernasib lebih buruk, misalnya Ethereum, cryptocurrency paling berharga kedua di dunia, telah jatuh lebih dari 12% dalam 24 jam terakhir, dan diperdagangkan sekitar USD 2.400 pada Sabtu pagi, menurut CoinDesk. Itu penurunan hampir 30% sejak awal tahun baru.

Investor semakin gelisah tentang mata uang digital dan aset berisiko lainnya sejak Federal Reserve AS memberi isyarat bahwa mungkin akan melepaskan stimulus ekonomi lebih agresif dari yang diharapkan.

Selain itu, Reuters melaporkan bahwa bank sentral Rusia telah mengusulkan larangan penggunaan dan penambangan crypto. Rusia adalah salah satu negara penambang kripto terbesar di dunia, tetapi bank sentralnya mengatakan bahwa mata uang digital dapat menimbulkan ancaman bagi stabilitas keuangan negara.

Proposal Rusia datang hanya beberapa bulan setelah China meluncurkan tindakan keras terhadap cryptocurrency, melarang perdagangan dan penambangan.

Negara-negara lain membuka opsi larangan crypto. Pada bulan November, India mengatakan sedang bersiap untuk memperkenalkan undang-undang yang akan mengatur mata uang digital, meskipun masih banyak yang belum diketahui tentang proposal itu.

Awal pekan ini, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa kerja sama global diperlukan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh mata uang kripto.

Namun, tidak semua orang pesimis. Goldman Sachs mengatakan bahwa harga bitcoin bisa mencapai lebih dari USD 100.000 dalam lima tahun ke depan. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan awal bulan ini, analis bank mengatakan mereka melihat keuntungan yang kuat di masa depan karena bitcoin akan semakin mencuri pangsa pasar dari emas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Akan Tambah Penyimpan Bitcoin untuk Fitur Belanjanya

Google Akan Tambah Penyimpan Bitcoin untuk Fitur Belanjanya

Batam | Minggu, 23 Januari 2022 | 07:00 WIB

Bank Sentral Rusia Usul Larangan Penambangan dan Aktivitas Bursa Kripto

Bank Sentral Rusia Usul Larangan Penambangan dan Aktivitas Bursa Kripto

Bisnis | Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB

Harga Bitcoin dan Harga Ethereum Masih Belum Naik Saat NFT Booming

Harga Bitcoin dan Harga Ethereum Masih Belum Naik Saat NFT Booming

Surakarta | Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:50 WIB

Terkini

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:43 WIB

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:41 WIB

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:27 WIB

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:24 WIB

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB