facebook

MBJ Dorong Pengembangan UMKM Batanghari Leko Sumsel

Iwan Supriyatna
MBJ Dorong Pengembangan UMKM Batanghari Leko Sumsel
PT Marga Bara Jaya (MBJ).

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat terdampak oleh pandemik COVID-19.

Suara.com - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat terdampak oleh pandemik COVID-19. Melihat kondisi ini, PT Marga Bara Jaya (MBJ), perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan logistik, menginisiasi pemberian bantuan untuk mewujudkan Rumah Kemasan bagi UMKM yang berada di Kecamatan Batanghari Leko, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Rumah Kemasan akan memberikan pelatihan pengemasan bagi UMKM untuk membantu mereka tetap bertahan dan melakukan pengembangan produk-produknya.

Penanggung jawab Lapangan PT Marga Bara Jaya, Adi Wahyudi mengatakan keberadaan rumah kemasan diharapkan bisa meningkatkan geliat UMKM di daerah sekitarnya terutama di wilayah Kecamatan Batanghari Leko.

“Kami memberikan bantuan beberapa peralatan pendukung seperti printer, mesin segel plastik dan mesin laminating agar Rumah Kemasan bisa segera beroperasi untuk melakukan pelatihan pembuatan kemasan produk agar lebih menarik,” kata dia saat meninjau langsung operasional Rumah Kemasan di Kecamatan Batanghari Leko, Muba, Sumsel, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Pengusaha Lokal, 40 Persen Produk UMKM Akan Masuk E-Katalog LKPP

Adi mengatakan bahwa Rumah Kemasan ini nantinya bisa menjadi salah satu pusat pelatihan dan sebagai wadah bagi para UMKM untuk saling bertukar ilmu dalam pemasaran produk-produk untuk meningkatkan daya jual.

Dan upaya ini dilakukan MBJ sebagai wujud pihak swasta dalam mendukung program pemerintah untuk kembali menggerakkan roda perekonomian skala mikro dan menengah yang sempat luluh lantah karena pandemi serta memberi sumbangsih agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berhasil.

Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Musi Bayuasin mencatat hingga akhir tahun 2020 ada lebih dari 40 ribu industri kecil menengah (IKM) di wilayahnya dan mengalami penyusutan akibat pandemi.

Dan pendataan ulang yang dilakukan Disdagperin di awal pandemi tercatat hanya 2.000 industri kecil menengah (IKM) yang masih aktif dari 122 sentra IKM.

Camat Batanghari Leko, Drs. Yuliarto M.Si menjelaskan bahwa produk-produk industri rumah tangga di wilayahnya banyak, bagus, unik dan tidak kalah saing dengan daerah lain.

Baca Juga: Program 10 Juta Sertifikasi Halal Bagi UMKM Berisiko Rendah

“Namun terkendala dengan kemasannya yang masih sederhana,” kata dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar