Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Venteny Ajak Perusahaan Siasati Anggaran HR Dengan Strategis

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:21 WIB
Venteny Ajak Perusahaan Siasati Anggaran HR Dengan Strategis
Ilustrasi uang, hemat, irit, pembukuan. (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Awal tahun menjadi momen perusahaan menggelar kick-off meeting untuk mengumumkan target dan strategi bisnis yang baru. Tentunya, target perusahaan tak akan tercapai tanpa kontribusi yang optimal dari karyawan. Disinilah divisi Human Resources (HR) punya pengaruh besar dalam mengelola karyawan agar lebih betah, semangat, dan produktif dalam bekerja. 

VENTENY (PT VENTENY Fortuna International) sebagai perusahaan teknologi yang menciptakan inovasi employee happiness dan employee engagement meyakini bahwa pertumbuhan perusahaan akan berbanding lurus dengan pertumbuhan karyawan. 

Misalnya, perusahaan ingin meningkatkan revenue. Langkah pertama, perusahaan harus menciptakan stabilitas antara perusahaan dan karyawan. Karyawan membutuhkan pelatihan, benefit atau perks, dan juga kompensasi yang memadai, agar dalam bekerja mereka merasa nyaman dan engage dengan perusahaan.

“Sementara dari sisi perusahaan, kami mengerti jika perusahaan tidak bisa mengalokasikan anggaran secara masif untuk kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, strategi budgeting yang tepat sangat dibutuhkan agar stabilitas perusahaan dan karyawan tetap terjaga, serta membantu perusahaan untuk meningkatkan revenue.” ujar Group Chief Operating Officer VENTENY, Damar Raditya ditulis Jumat (28/1/2022).

Salah satu strategi budgeting yang dapat diterapkan perusahaan ialah activity-based budgeting (ABB), atau anggaran berbasis aktivitas. Metode ini mencatat dan menganalisis variabel biaya pada suatu aktivitas. Berbeda dengan sistem budgeting tradisional yang membuat perkiraan biaya berdasarkan biaya historis, ABB memperhitungkan cost driver yang spesifik pada setiap aktivitas, seperti gaji karyawan dan jam kerja. 

Metode ABB memungkinkan divisi HR untuk menilai berbagai aspek serta biaya terkait karyawan secara komprehensif, dan memproyeksikan dampaknya dengan target perusahaan. 

Di sisi lain, metode budgeting yang kritis ini turut membantu perusahaan melakukan efisiensi a nggaran. 

Selain metode budgeting, VENTENY juga mengajak divisi HR meningkatkan adopsi teknologi digital agar alokasi serta pemanfaatan budget lebih efisien dan strategis. Kini adopsi teknologi bagi divisi HR tidak sebatas urusan rekrutmen dan administrasi saja, melainkan sudah berkembang sampai urusan pemenuhan kebahagiaan dan produktivitas karyawan. 

Aspek kebahagiaan dan produktivitas karyawan yang patut diperhatikan perusahaan adalah kesempatan pengembangan diri. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, anggaran untuk aspek ini meningkat sebanyak 14.2% di Amerika Serikat. 

68% dari pemimpin divisi HR menilai bahwa pengembangan critical skill individu untuk beradaptasi pada industri yang kompetitif semakin dibutuhkan, terutama di tahun-tahun mendatang. Ini menandakan perusahaan semakin serius berinvestasi pada pertumbuhan karyawan. 

Sebagai alternatif kegiatan pelatihan dan pengembangan secara formal, perusahaan dapat memanfaatkan V-Academy yang tersedia di aplikasi VENTENY untuk pengembangan skill karyawan.

“Kami mengkurasi modul-modul dan subjek yang sesuai dengan kebutuhan skill zaman sekarang, seperti public speaking class, leadership workshop, hingga seminar critical thinking yang dapat membantu para karyawan merambah keterampilan baru dan mendukung percepatan karir mereka.” ujar Damar. 

Selain pengembangan skill, aspek kompensasi dan benefit untuk karyawan juga menjadi bagian utama dari anggaran HR. Jika gaji adalah upah, maka benefit adalah biaya tidak langsung yang dibayarkan perusahaan atas kontribusi karyawan seperti asuransi dan tunjangan. 

Pemberian kompensasi dan benefit untuk karyawan juga menjadi salah satu faktor retensi karyawan terbesar. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja US tahun 2019, benefit memakan 31.4% biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam mempekerjakan karyawan, sementara gaji memakan 69%. 

Benefit dan kompensasi yang diterima karyawan m mempengaruhi10% keputusan para karyawan untuk tetap melanjutkan posisi pekerjaan mereka di perusahaan terkait. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengungkap Strategi Menjadi Karyawan Profesional dan Anti-PHK

Mengungkap Strategi Menjadi Karyawan Profesional dan Anti-PHK

Your Say | Jum'at, 28 Januari 2022 | 14:57 WIB

GreatDay HR Luncurkan Benefits, Platform Earned Wage Access yang Hindarkan Karyawan dari Risiko Pinjaman

GreatDay HR Luncurkan Benefits, Platform Earned Wage Access yang Hindarkan Karyawan dari Risiko Pinjaman

Bisnis | Jum'at, 28 Januari 2022 | 06:58 WIB

Tewas Kesetrum di Hotel Lombok, Pria Ini Tak Bisa Dapat Santunan Karena Tak Punya Jaminan Sosial

Tewas Kesetrum di Hotel Lombok, Pria Ini Tak Bisa Dapat Santunan Karena Tak Punya Jaminan Sosial

Bali | Kamis, 27 Januari 2022 | 11:13 WIB

Terkini

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:30 WIB

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:01 WIB

1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR

1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 06:57 WIB

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 06:48 WIB

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 20:31 WIB

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:42 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 15:33 WIB

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 14:14 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB