- KB Bank melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan menjadi 2.265 orang per Maret 2026 sebagai langkah transformasi korporasi.
- Perusahaan merampingkan jaringan fisik melalui penutupan sejumlah kantor cabang dan penyesuaian jumlah mesin ATM sepanjang tahun ini.
- KB Bank memperoleh fasilitas pendanaan senilai Rp2 triliun dari induk usaha untuk memperkuat likuiditas di tengah kenaikan suku bunga.
Suara.com - PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank terus melanjutkan langkah efisiensi dan transformasi korporasi. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, bank yang dikendalikan oleh investor asal Korea Selatan ini terpantau memangkas jumlah tenaga kerja serta merampingkan jaringan kantor operasionalnya.
Hingga 31 Maret 2026, total karyawan KB Bank (termasuk pekerja tidak tetap) tercatat sebanyak 2.265 orang. Angka ini berkurang 69 orang dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai 2.334 pegawai.
Pada periode yang sama tahun lalu (Maret 2025), pengurangan tenaga kerja terasa lebih drastis, mengingat jumlah pekerja saat itu masih berada di angka 2.927 orang.
Sejalan dengan pengurangan staf, KB Bank juga melakukan konsolidasi pada jaringan distribusi fisiknya sepanjang setahun terakhir:
- Kantor Cabang Pembantu (KCP): Jumlah KCP menyusut dari 121 unit pada akhir 2025 menjadi 120 unit pada Maret 2026. Dalam rentang waktu satu tahun (sejak Maret 2025 yang sebanyak 141 unit), KB Bank total telah menutup 21 unit KCP.
- Kantor Cabang: Jumlah kantor cabang utama berkurang 1 unit, dari semula 29 unit sepanjang tahun 2025 menjadi 28 unit pada kuartal I-2026.
- Jaringan ATM: Selama tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah mesin ATM sedikit berkurang dari 156 menjadi 154 unit.
Meski demikian, fasilitas ATM ini secara tahunan mengalami lompatan kuantitas yang sangat tinggi dibandingkan posisi Maret 2025 yang kala itu hanya berjumlah 31 unit.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa penyesuaian jumlah karyawan dan restrukturisasi jaringan ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari strategi transformasi berkelanjutan yang tengah dijalankan perusahaan demi memperkuat kinerja fundamental.
Di tengah langkah efisiensi tersebut, KB Bank mendapatkan suntikan kekuatan finansial baru dari sang induk, KB Financial Group. Perseroan berhasil mengamankan fasilitas pendanaan (credit line) senilai Rp 2 triliun dari institusi keuangan raksasa Korea Selatan tersebut.
Kehadiran dana segar ini menjadi modal krusial bagi perseroan untuk menjaga stabilitas likuiditas di pasar domestik. Terlebih, kondisi likuiditas industri perbankan nasional saat ini cenderung mengetat setelah Bank Indonesia (BI) mengambil kebijakan agresif dengan mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 100 basis poin pada paruh pertama tahun ini.
Pihak manajemen optimistis tambahan fasilitas kredit dari induk usaha akan menjaga fleksibilitas ekspansi bisnis perseroan ke depan.