Pengusaha Harap Pemerintah Tak Perketat Perbatasan Selama Lebaran 2022

M Nurhadi

Minggu, 30 Januari 2022 | 07:48 WIB
Pengusaha Harap Pemerintah Tak Perketat Perbatasan Selama Lebaran 2022
Petugas gabungan yang melakukan pengawasan di pos penyekatan Tempel-Magelang, Jumat (12/2/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Suara.com - Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gaspasdap) berharap pemerintah tidak memperketat jalur transportasi saat libur perayaan Idul Fitri pada Mei 2022.

Disampaikan oleh Ketua Umum Gaspasdap Khoiri Soetomo, hal ini karena pemerintah dinilai mampu mengendalikan penyebaran virus Corona.

"Untuk angkutan lebaran nanti, belajar dari angkutan Natal dan tahun baru 2021 yang cukup berhasil kami minta Lebaran kali ini tidak ada pembatasan seperti tahun lalu," kata Khoiri.

Meski demikian, para pengusaha juga memahami bahwa ada kekhawatiran terkait potensi penyebaran virus Corona pada saat ada peningkatan mobilitas masyarakat khususnya pada libur Lebaran.

Namun demikian, berkaca dari pelaksanaan perayaan Natal dan tahun baru 2021, pemerintah tidak melakukan pengetatan seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya sejak pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona terjadi.

"Namun, kami juga memahami, di tengah kesulitan itu rakyat juga butuh layanan baik logistik dan kepentingan penumpang," ujarnya.

Harapan ini bersamaan dengan pencapaian vaksinasi di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang dinilai sukses melaksanakan vaksinasi COVID-19 dan meredam penyebaran Covid-19.

Pada saat dilakukan pengetatan mobilitas masyarakat saat libur Lebaran pada tahun sebelumnya, para pelaku usaha penyeberangan mengalami kerugian yang cukup tinggi. Tercatat, pada akhir 2020 kerugian mencapai 70 persen dibanding sebelum terjadi pandemi.

Pada tahun lalu, kondisi sudah mulai membaik terutama pada masa akhir tahun. Meskipun sudah mulai membaik pada akhir 2021, jumlah penumpang dan sepeda motor yang menggunakan jasa penyeberangan masih belum pulih.

baca juga

Namun, untuk kendaraan logistik yang menggunakan jasa penyeberangan tercatat sudah mulai membaik dibanding waktu sebelumnya.

"Kerugian pada akhir 2020 sampai 70 persen, sementara pada 2021 tidak sebesar sebelumnya. Untuk persentase penumpang pada 2021, ada penurunan, sepeda motor juga turun, tapi untuk kendaraan logistik, masih tetap terjaga dengan baik," tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, para pengusaha berharap pada masa libur Lebaran 2022 pemerintah bisa mengambil langkah untuk tidak melakukan pembatasan. Namun, kenaikan mobilitas masyarakat itu juga harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Harapan kami bisa dilakukan seperti pada saat angkutan Natal dan tahun baru. Saat itu, pemerintah menerapkan aturan prokes yang memadai maka ekonomi bisa jalan. Vaksinasi juga menjadi satu pertimbangan," katanya.

Sebagai informasi, sejak terjadi pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona di Indonesia, pemerintah selalu menerapkan pembatasan pada saat masa libur perayaan Idul Fitri. Saat itu, mayoritas masyarakat Indonesia belum mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19.

Saat ini, berdasarkan data Satgas COVID-19, hingga Jumat (28/1) jumlah warga yang telah menerima dosis vaksin secara lengkap mencapai 127,16 juta jiwa, dengan rincian 183,67 juta warga telah mendapatkan dosis pertama dan 127,16 juta mendapatkan dosis kedua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update COVID-19 Jakarta 29 Januari: Positif 5.765, Sembuh 1.777, Meninggal 10

Update COVID-19 Jakarta 29 Januari: Positif 5.765, Sembuh 1.777, Meninggal 10

Jakarta | Minggu, 30 Januari 2022 | 00:05 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Disdukcapil Kota Depok Hentikan Layanan Tatap Muka

Kasus Covid-19 Meningkat, Disdukcapil Kota Depok Hentikan Layanan Tatap Muka

Bogor | Sabtu, 29 Januari 2022 | 22:59 WIB

Bayi 6 Hari di Bengkulu Positif COVID-19, Dinkes: Diduga Tertular dari Nakes

Bayi 6 Hari di Bengkulu Positif COVID-19, Dinkes: Diduga Tertular dari Nakes

Sumsel | Minggu, 30 Januari 2022 | 07:10 WIB

Ada 3 Daerah di Kaltim Zona Oranye, 7 Daerah Masuk Zona Kuning

Ada 3 Daerah di Kaltim Zona Oranye, 7 Daerah Masuk Zona Kuning

Kaltim | Sabtu, 29 Januari 2022 | 22:40 WIB

Lee Sang Yoon Positif Covid-19, Pertunjukkan Drama Musikal Ditangguhkan

Lee Sang Yoon Positif Covid-19, Pertunjukkan Drama Musikal Ditangguhkan

Entertainment | Sabtu, 29 Januari 2022 | 21:45 WIB

Inggris Siapkan Antivirus Covid-19 dalam Bentuk Pil

Inggris Siapkan Antivirus Covid-19 dalam Bentuk Pil

Batam | Minggu, 30 Januari 2022 | 07:00 WIB

Terkini

6 Tahun Berjuang, Korban KSP Indosurya Sedikit Bernafas Lega Usai Terima Pencairan Dana Pertama

6 Tahun Berjuang, Korban KSP Indosurya Sedikit Bernafas Lega Usai Terima Pencairan Dana Pertama

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Infrastruktur Berkembang, Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Lokasi Rumah?

Infrastruktur Berkembang, Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Lokasi Rumah?

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Tuntut Evaluasi Makan Bergizi Gratis dan Karhutla, Demo Mahasiswa di Tugu Kartasura Nyaris Ricuh

Tuntut Evaluasi Makan Bergizi Gratis dan Karhutla, Demo Mahasiswa di Tugu Kartasura Nyaris Ricuh

Surakarta | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:30 WIB

'Yang Penting Tanam Dulu': Strategi Rudy Susmanto Sukses Hijaukan 220 Hektare Lahan Bogor

'Yang Penting Tanam Dulu': Strategi Rudy Susmanto Sukses Hijaukan 220 Hektare Lahan Bogor

Bogor | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Bioskop Lokal Jadi Pintu Masuk Inklusi Keuangan Digital, Kesenjangan Desa-Kota Masih Terlihat

Bioskop Lokal Jadi Pintu Masuk Inklusi Keuangan Digital, Kesenjangan Desa-Kota Masih Terlihat

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Ada Sampah Covid-19 di TPST Abu & Co, Akademisi Soroti Tingginya Potensi Pencemaran Sungai Cisadane

Ada Sampah Covid-19 di TPST Abu & Co, Akademisi Soroti Tingginya Potensi Pencemaran Sungai Cisadane

Banten | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Cerita Penumpang KMP Batumandi Terbakar, Asap Tebal dan Ledakan Bikin Panik

Cerita Penumpang KMP Batumandi Terbakar, Asap Tebal dan Ledakan Bikin Panik

Banten | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:10 WIB

5 Cara Membuat Masker Bedak Marcks untuk Mengeringkan Jerawat

5 Cara Membuat Masker Bedak Marcks untuk Mengeringkan Jerawat

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Mahasiswa Bogor

Rapor Merah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Mahasiswa Bogor

Bogor | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi

Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×