Harga Tahu Tempe Naik, Bikin Pelaku Usaha Warteg Pusing Tujuh Keliling: 'Terpaksa Dipotong Kecil-kecil'

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 14 Februari 2022 | 17:44 WIB
Harga Tahu Tempe Naik, Bikin Pelaku Usaha Warteg Pusing Tujuh Keliling: 'Terpaksa Dipotong Kecil-kecil'
Ilustrasi Warteg alias Warung Tegal. Saat ini pelaku usaha warteg harus menyiasati kenaikan harga tahu tempe yang menjadi makanan wajib warung makan yang identik dengan golongan menengah ke bawah tersebut. [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Pelaku usaha warung tegal (warteg) mengaku pusing tujuh keliling dengan kenaikan harga tahu tempe di pasaran. Lantaran, kudapan tahu dan tempe merupakan makanan wajib di warteg.

Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, dengan kenaikan harga tahu dan tempe pemilik warteg kini tepaksa bersiasat agar tidak merugi. Salah satunya dengan memotong lebih kecil ukuran tahu dan tempe saat dimasak menjadi makanan.

"Ya paling kita potong yang kecil ukurannya dulu. Karena orang ini mereka kan karena pandemi jadi mengetatkan ikat pinggang. Kita kalau siasatinya, kita potong ukuran kecil saja, yang penting merasakan tempe," ujar Mukroni saat dihubungi pada Senin (14/2/2022).

Menurutnya, tahu dan tempe bahan pokok yang harus ada setiap masakan di warteg. Apalagi, lanjut dia, dengan harga daging dan bahan pokok lainnya naik, pelaku usaha warteg mengandalkan tahu dan tempe untuk berjualan.

"Tahu tempe itukan banyak macamnya, sekarang warteg-warteg jarang jualan daging, artinya tempenya kita kreatifkan ada yang digoreng, dioreg. Jadi, sangat vital, hampir 20 persen kita pakai tahu dan tempe," ucap Mukroni.

Namun demikian, Mukroni menyebut para pemilik warteg belum merasakan kenaikan harga tahu dan tempe saat ini. Akan tetapi, tambahnya, tidak menutup kemungkinan pemilik warteg akan menaikkan harga makanan.

"Belum, masih kemarin-kemarin masih normal. Ini kan masih stok, kalau dia beli mahal baru dinaikkan, tapi kan tahu tempe sekarang kan dalam kondisi seperti ini susah kebutuhan juga dinaikkan. Nanti kalau harganya tidak terkendali terpaksa kita naikkan," kata dia.

Pengrajin tahu dan tempe bakal menaikkan harga ke masyarakat. Kenaikan harga ini imbas dari naiknya harga kedelai yang jadi bahan baku pembuatan tahu dan tempe.

Sebelumnyam, Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin mengatakan, saat ini harga kedelai telah naik dari Rp 9.000 per kilogram menjadi Rp 11.000 per kilogram.

baca juga

Dengan adanya kenaikan itu, Aip menyebut, pengrajin tahu dan tempe terpaksa menaikkan harga kedelai.

"Naik Rp 1.000, nggak seberapa si sebenarnya. Kira-kira kalau sepotong tempe itu sekarang Rp 5 ribu yang 500 gram, mungkin naik jadi Rp 6 ribu," ujar Aip

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Masyarakat Maklumi Kenaikan Harga Tahu Tempe, Kemendag: Jaga Keberlangsungan Pelaku Usaha Kedelai

Minta Masyarakat Maklumi Kenaikan Harga Tahu Tempe, Kemendag: Jaga Keberlangsungan Pelaku Usaha Kedelai

Bisnis | Senin, 14 Februari 2022 | 16:53 WIB

Harga Kedelai Naik Lagi, Produsen Tahu Tempe Kota Bandung Ancam Mogok Produksi

Harga Kedelai Naik Lagi, Produsen Tahu Tempe Kota Bandung Ancam Mogok Produksi

Jabar | Senin, 14 Februari 2022 | 13:16 WIB

Harga Tahu dan Tempe Diprediksi Naik Bulan Depan, Segini Kisarannya

Harga Tahu dan Tempe Diprediksi Naik Bulan Depan, Segini Kisarannya

Kalbar | Jum'at, 11 Februari 2022 | 19:21 WIB

Terkini

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×