Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB
Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!
Peserta Aksi Suara Ibu Indonesia membentangkan poster berisi kritik terhadap kebijakan pengenaan PPN sebesar 11 persen pada produk pembalut di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Pemerintah menerapkan PPN 11 persen pada pembalut.
  • Kebijakan tersebut dinilai menambah beban perempuan karena pembalut merupakan kebutuhan dasar yang belum tentu terjangkau.
  • Pajak pembalut berpotensi menaikkan harga dan memperburuk kemiskinan menstruasi sehingga negara seharusnya memperluas akses gratis.

Suara.com - Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen pada produk sanitasi perempuan atau pembalut menuai kritik. Pemerintah dinilai justru menambah beban perempuan, padahal masih banyak yang kesulitan mengakses kebutuhan dasar tersebut.

Menteri Sosial dan Layanan Dasar Kabinet Bayangan, Nabiyla Risfa Izzati, menilai pengenaan pajak terhadap pembalut tidak tepat. Sebab, produk tersebut bukan barang mewah, melainkan kebutuhan dasar perempuan yang harus dipenuhi setiap bulan.

"Itu enggak tepat sih, karena pembalut itu, di satu sisi dia adalah hak dasar, kayak kebutuhan dasar. Di sisi lain dia sebenarnya kebutuhan dasar yang dari awal sudah tidak terjangkau," kata Nabiyla saat ditemui dalam aksi Suara Ibu Indonesia di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026).

Aksi Suara Ibu Indonesia di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026). [Suara.com/Hiskia]
Aksi Suara Ibu Indonesia di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026). [Suara.com/Hiskia]

Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menilai negara seharusnya memperluas akses perempuan terhadap produk sanitasi, bahkan menjadikannya fasilitas yang bisa diperoleh secara gratis.

Namun, kebijakan pajak justru berpotensi membuat harga pembalut semakin mahal.

"Seharusnya (gratis) kebanyakan kan, justru dilakukan agar dia bisa diakses dengan mudah ya. Sementara kita justru ke arah sebaliknya gitu. Kita ke arah yang malah mau bikin lebih mahal dengan cara memajaki pembalut," ungkapnya.

Nabiyla mengingatkan, persoalan akses pembalut bukan sekadar soal harga. Masih banyak perempuan yang kesulitan membeli produk sanitasi tersebut meski dengan harga yang berlaku saat ini.

Kondisi itu berpotensi memperburuk persoalan kemiskinan menstruasi atau period poverty, yakni keterbatasan akses terhadap produk dan fasilitas kebersihan selama menstruasi.

"Ada banyak sekali perempuan yang bahkan untuk membeli pembalut dengan harga yang sekarang aja, itu tuh enggak bisa menjangkau," tegasnya.

baca juga

Karena itu, Nabiyla mempertanyakan pilihan pemerintah menjadikan pembalut sebagai objek pajak.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mencari sumber penerimaan dari kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar, bukan membebani kebutuhan dasar perempuan.

"Kayak dari sekian banyak hal yang bisa dipajekin gitu, pajekinlah orang-orang kaya itu gitu. Kenapa harus memajaki hak dasar dan kebutuhan dasar yang bahkan masih banyak perempuan yang enggak bisa mengakses," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Terkini

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×