Bahan Baku Melimpah, Tapi Harga Minyak Goreng Mahal, Siapa yang Salah?

Agung Sandy Lesmana, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 25 Februari 2022 | 17:17 WIB
Bahan Baku Melimpah, Tapi Harga Minyak Goreng Mahal, Siapa yang Salah?
Penampakan warga mengantre membeli minyak goreng murah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (3/2/2022). [ANTARA/Yogi Rachman]

Suara.com - Mahalnya harga minyak goreng akhir-akhir ini membuat kalangan masyarakat sangat resah, pasalnya kenaikannya sangat menguras kantong duit rakyat. Padahal, dari sisi bahan baku Indonesia ternyata memiliki ketersedian yang cukup melimpah.

Tengok saja dari data Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang menyebutkan bahwa produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 56 juta metrik ton pada tahun 2021.

Dari total produksi tersebut sebanyak 8,9 juta metrik ton CPO digunakan untuk bahan baku pembuatan minyak goreng.

"Kebutuhan CPO untuk produksi migor itu hanya 8,9 juta metrik ton. Itu adalah kebutuhan CPO yang diperlukan sebagai bahan baku untuk produksi minyak goreng di dalam negeri," kata Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam sebuah diskusi virtual yang diselenggarakan Ombudsman RI, Jumat (25/2/2022).

Lantas apa yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng dan menyebabkan harga jual meroket tinggi?

Eddy pun menjawab, "Ini pandangan saya sendiri, ini disebabkan karena perlunya penyesuaian dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini," jelas Eddy.

Kebijakan yang dimaksud adalah Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang berlaku pada produk CPO. Oleh karenanya pengusaha masih melakukan penyesuaian.

Melalui kebijakan tersebut, CPO dan produk turunannya sebesar 20 persen dari volume ekspor harus dijual ke dalam negeri, dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk CPO Rp 9.300 per kg, dan olein Rp 10.300 per kg.

"Artinya si eksportir, dia harus mencari dulu bahan bakunya untuk dijual dengan harga sesuai dengan harga DPO, demikian juga produsen, dia harus mencari bahan baku yang harganya sesuai dengan harga DPO. Ini masih dalam proses pencarian masing-masing itu tadi untuk mencapai suatu keseimbangan," kata Eddy.

baca juga

Karena kondisi ini, dalam tahap awal penerapan kebijakan DMO dan DPO, para pelaku industri CPO masih menyesuaikan diri.

"Biasanya begitu ada intervensi dari pemerintah ini kan pasar itu pasti akan merespons seperti apa. Mudah-mudahan saja akan ada suatu keseimbangan sebagaimana yang selalu dinyatakan oleh Bapak Menteri Perdagangan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Goreng Langka di Kalbar, Ibu-ibu di Pontianak Berteriak: Tidak Ada Minyak yang Rp 14 Ribu

Minyak Goreng Langka di Kalbar, Ibu-ibu di Pontianak Berteriak: Tidak Ada Minyak yang Rp 14 Ribu

Kalbar | Jum'at, 25 Februari 2022 | 16:26 WIB

Distribusi Minyak Goreng Curah Belum Lancar, Jogja Bakal Siapkan Tangki Tampungan di Pasar

Distribusi Minyak Goreng Curah Belum Lancar, Jogja Bakal Siapkan Tangki Tampungan di Pasar

Jogja | Jum'at, 25 Februari 2022 | 15:10 WIB

Petani Sawit di Riau Usul Jokowi 3 Periode, Airlangga Hartarto: Kami Akan Bicarakan Aspirasi Ini

Petani Sawit di Riau Usul Jokowi 3 Periode, Airlangga Hartarto: Kami Akan Bicarakan Aspirasi Ini

News | Jum'at, 25 Februari 2022 | 14:37 WIB

INFOGRAFIS: CEK FAKTA: Setiap Warga RI Akan Dapat Bantuan Minyak Goreng Gratis Akhir Februari, Benarkah?

INFOGRAFIS: CEK FAKTA: Setiap Warga RI Akan Dapat Bantuan Minyak Goreng Gratis Akhir Februari, Benarkah?

Infografis | Jum'at, 25 Februari 2022 | 15:00 WIB

Terkini

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

×