- Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah akan menggelar MotoGP pada 9 hingga 11 Oktober 2026.
- MGPA menargetkan 145 ribu penonton serta dampak ekonomi minimal Rp5 triliun dari ajang balap tersebut.
- MGPA berkolaborasi dengan Bosch Indonesia untuk melakukan pemeliharaan rutin fasilitas sirkuit sepanjang tahun demi menjaga keselamatan.
Suara.com - Kurang dari sebulan menuju MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah kembali jadi sorotan.
Ajang balap bergengsi ini akan digelar pada 9–11 Oktober 2026, dengan target ambisius: 145 ribu penonton dan dampak ekonomi sedikitnya Rp5 triliun.
Pengelolaan sirkuit berada di tangan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Menurut Direktur Operasional MGPA, Donny Mahardjono, pekerjaan memastikan sirkuit siap bukan hanya dilakukan menjelang balapan besar.
"Di MotoGP, detail kecil bisa jadi bagian dari keselamatan. Standar FIM harus dijaga konsisten, mulai dari lintasan, run-off area, perangkat keselamatan, hingga operasional," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Suara.com.
Sirkuit sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan ini digunakan untuk berbagai kegiatan sepanjang tahun, tercatat 270 hari pada 2025.
Selain MotoGP, Mandalika juga jadi tuan rumah Asia Road Racing Championship, ajang motorsport nasional, hingga kegiatan non-balap.
![Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Alex Rins terjatuh saat mengikuti sesi balapan kualifikasi Q2 MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (4/10/2025). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/04/19540-kualifikasi-motogp-indonesia-2025-motogp-mandalika-2025-alex-rins.jpg)
Padatnya jadwal membuat pemeliharaan berlangsung hampir sepanjang tahun. Pemeriksaan kendaraan operasional, perawatan peralatan, hingga inspeksi teknis dilakukan rutin, bahkan dengan perangkat khusus untuk bagian yang sulit terlihat.
Kesiapan bukan hanya soal lintasan, tapi juga fasilitas pendukung. Mulai dari tribun, area kerja teknisi, hingga perangkat keselamatan. MGPA menekankan bahwa sebagian besar pekerjaan dilakukan jauh sebelum sorotan kamera hadir saat balapan.
Uji kesiapan terbesar tentu saat MotoGP berlangsung Oktober nanti. Namun, dengan kalender padat, Mandalika sebenarnya diuji hampir setiap hari.
Artinya, kualitas lintasan dan fasilitas tidak hanya bergantung pada persiapan menjelang event, tapi pada pemeliharaan rutin sepanjang tahun.
Perawatan Sirkuit Libatkan Mitra Penting

Untuk mendukung pekerjaan teknis, MGPA berkolaborasi dengan Bosch Indonesia. Peralatan dari Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket digunakan untuk perawatan kendaraan operasional, pemeriksaan komponen, hingga inspeksi detail.
Menurut Donny, pemilihan peralatan penting karena menyangkut keselamatan teknisi.
“Dukungan teknologi terkini membantu tim menjalankan pekerjaan teknis dan pemeliharaan lebih aman,” katanya.
Fenny Sofyan, Country Head Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia, menambahkan:
“Lingkungan motorsport adalah ekosistem terhubung. Bukan hanya soal kendaraan di lintasan, tapi juga bagaimana teknisi menjaga kondisi optimal dengan tools dan komponen yang tepat.”

Dengan target ekonomi Rp5 triliun dan penonton 145 ribu orang, MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balap. Ia jadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus etalase kesiapan Indonesia menggelar event internasional.
Di balik gemerlap balapan, ada kerja teknis panjang yang memastikan sirkuit tetap prima, dari inspeksi harian hingga dukungan teknologi modern.