Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Minimalisasi Dampak Lingkungan, Industri Farmasi Usung Konsep Green Pharmacy di T20

Iwan Supriyatna

Kamis, 10 Maret 2022 | 09:39 WIB
Minimalisasi Dampak Lingkungan, Industri Farmasi Usung Konsep Green Pharmacy di T20
ilustrasi obat-obatan. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia harus memiliki peran aktif dalam membangun arsitektur kesehatan global dengan melakukan sejumlah upaya yang mendorong ketahanan dan kemandirian kesehatan.

Green Pharmacy merupakan konsep pendekatan ekologis industri farmasi yang dapat dilakukan oleh industri untuk sektor kesehatan sekaligus berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

Topik ini mengemuka dalam forum diskusi para Think Tank T20 dengan tema The Indonesian Healthcare Future Forward. T20 menjadi wadah bagi globalthink-tank dan para ahli untuk menyajikan analisis yang komprehensif terkait diskusi yang sedang berlangsung di G20 dan menghasilkan ide-ide untuk mendukung G20 dalam menghasilkan kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.

Hasil akhir T20 dipresentasikan kepada G20 working groups, para menteri, dan pemimpin negara sebagai alternatif kebijakan, bukan rekomendasi. Sementara G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara dan satu kawasan ekonomi, Uni Eropa.

Di tahun ini, Indonesia menjadi Presidensi G20 sebagai tuan rumah penyelenggaraan G20 yang dimulai dari 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022.

Dalam membangun ketahanan dan kemandirian kesehatan, industri farmasi lokal di Indonesia telah menjalankan sejumlah langkah dan upaya, salah satunya melalui konsep Green Pharmacy.

Director of Research & Business Development Dexa Group Dr. Raymond Tjandrawinata mengemukakan konsep Green Pharmacy sebagai pendekatan ekologis industri farmasi.

Dalam konsep ini dijelaskan perusahaan farmasi memiliki peran dalam menjalankan aktivitas industrinya dengan memperhatikan ekosistem dan pentingnya interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya.

Secara garis besar dalam pemaparan yang diberikan Dr. Raymond, Green Pharmacy harus meminimalisasi dampak lingkungan dari obat-obatan dalam menerapkan semua kegiatan farmasi, yang dimulai dari merancang molekul baru hingga manufaktur, distribusi, dan pembuangan limbah.

baca juga

Namun demikian, untuk mewujudkan konsep Green Pharmacy agar memiliki kontribusi dalam arsitektur kesehatan global, memerlukan komitmen dan peran serta dari semua pihak.

"Ke depan, Green Pharmacy harus menjadi mayoritas obat yang ada dalam formularium nasional. Ini adalah impian kita, tetapi ini dapat dilakukan jika pemerintah bersama sektor swasta dan institusi pendidikan bekerja bahu-membahu untuk mewujudkannya. Karena Green Pharmacy adalah konsep yang sangat bagus untuk banyak negara," kata Dr. Raymond ditulis Kamis (10/3/2022).

Lebih lanjut Dr. Raymond mengungkapkan bahwa pengobatan konvensional sangat berguna dalam hal terapi manusia. Banyak penyakit yang bisa diatasi dengan pengobatan konvensional, misalnya gangguan metabolisme, onkologi, hingga gangguan mental.

“Tapi kita cenderung lupa bahwa obat konvensional ini, sebagian besar molekulnya juga memiliki risiko ekologi. Karena sifat obat konvensional, dari pembuatan hingga manajemen risikonya, berdampak pada lingkungan,” terangnya.

Sebuah pelajaran yang sangat penting dari dampak limbah industri farmasi yang kurang memperhatikan faktor ekologi. Seperti kasus di Hyderabad, India, di mana 50 persen dari 170 perusahaan farmasi beroperasi di sana. Limbah dari obat generik yang banyak diproduksi untuk ekspor, mencemari lingkungan termasuk air minum.

Jika air itu dikonsumsi oleh manusia, senyawa kimia dari obat itu masuk ke dalam tubuh dan akan meningkatkan resistensi antibiotik bahkan risiko kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surveyor Indonesia Ungkap Kendala Rendahnya TKDN Industri Farmasi

Surveyor Indonesia Ungkap Kendala Rendahnya TKDN Industri Farmasi

News | Rabu, 17 November 2021 | 16:46 WIB

Apa itu Audit: Pengertian, Jenis dan Tahapan Dalam perkembangan Bisnis

Apa itu Audit: Pengertian, Jenis dan Tahapan Dalam perkembangan Bisnis

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 14:47 WIB

Ini Cara Industri Farmasi Tingkatkan Kapasitas Produksi Obat di Masa Pandemi

Ini Cara Industri Farmasi Tingkatkan Kapasitas Produksi Obat di Masa Pandemi

Press Release | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 21:42 WIB

Terkini

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:21 WIB

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:39 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:29 WIB

×