Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Ekspor 50 Ton Rempah ke India, Pemerintah dan Astra Bangkitkan Petani Desa

Iwan Supriyatna

Selasa, 22 Maret 2022 | 13:19 WIB
Ekspor 50 Ton Rempah ke India, Pemerintah dan Astra Bangkitkan Petani Desa
PT Astra Internasional Tbk bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan pemerintah daerah melepas 50 ton kunyit dan temulawak senilai Rp750 juta untuk diekspor ke India.

Suara.com - PT Astra Internasional Tbk bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan pemerintah daerah melepas 50 ton kunyit dan temulawak senilai Rp750 juta untuk diekspor ke India, Senin (22/3/2022). Dua jenis rempah itu hasil budidaya Desa Sejahtera Astra (DSA) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Head of CSR PT Astra International Tbk, Bima Krida Pamungkas, mengapresiasi pertumbuhan DSA Ponorogo cepat berkembang dalam waktu kurang dari satu tahun. Sehingga menjadi salah satu yang terbaik, dengan berhasil melakukan ekspor perdana hasil olahan agrikultur.

"Harapannya DSA Ponorogo tidak hanya di agrikultur pengolahan saja, tetapi bisa berkembang ke depannya bisa ke klaster-klaster yang lain. Apakah masuk ke klaster wisata, kriya maupun budaya, atau sejenisnya, nanti Astra juga ingin DSA Ponorogo semakin berkembang di tahun kedua, ketiga dan selanjutnya," ujar Bima ditulis Selasa (22/3/2022).

Mewakili Astra, Bima bersyukur berkembangnya DSA Ponorogo mendapat dukungan penuh pemerintah kabupaten ponorogo dan fasilitator. Adanya langkah baik ini tentu diharapkan bisa memicu desa lain dalam melakukan terobosan dengan melakukan ekspor berbagai rempah.

"Di DSA ponorogo, ada 10 desa yang menyasar 400 masyarakat dan kurang lebih 100 petani untuk pengembangan produk ekspor rempah-rempah ini," ujar Bima mengungkapkan.

Seremoni pelepasan ekspor kunyit dan temulawak turut dihadiri para pejabat daerah dan maupun pusat. Di antaranya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, dan Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh.

Selaku pejabat daerah, Sugiro menyambut baik atas majunya perkembangan program DSA milik Astra di Ponorogo. Tentu dengan adanya ekspor perdana rempah ke India, ini bisa menjadi potensi kuat bagi perekonomian di wilayahnya.

Sugiro menambahkan, rempah hasil budidaya petani Ponorogo memang di atas rata-rata. Ditambah kualitas tanah yang cocok untuk tanaman rempah membuat kualitasnya termasuk paling terbaik.

"Kualitas rempah kita ini memang di atas rata-rata, karena tanahnya memang cocok sekali, rasanya bagus, sehingga kualitasnya top," ucap Sugiro.

baca juga

Sementara itu, Chairul Saleh menyebut bahwa pemerintah memberi perhatian besar dengan berbagai capaian peningkatan kesejahteraan di wilayah pedesaan. Untuk itu pemerintah mendorong upaya peningkatan taraf hidup melalui program pemberdayaan ekonomi melibatkan sektor terkait.

Adapun salah satu upaya adalah dengan melakukan berbagai bentuk program kolaborasi. Mulai dari pendampingan maupun pelatihan.

"Utamanya untuk komoditas unggulan yang berotientasi dan berpotensi ekspor," ujar Chairul.

Terkait ekspor dilakukan DSA Ponorogo, pihaknya menegaskan bahwa hasil ini memang mendorong memperkuat bahwa rempah Indonesia masih menjadi yang terbaik. Bahkan sejarah pun mencatat bahwa kolonial datang ke Indonesia untuk mengincar rempah.

"Indonesia merupakan negara yang kaya rempah-rempah sejak ratusan tahun lalu. Bahkan kolonial pun datang, dari Portugis hingga Belanda, karena potensi kekayaan rempah-rempah negara kita," dia mengungkapkan.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-9 negara pemasok rempah-rempah dengan nilai ekspor mencapai USD1,03 miliar, atau sekitar Rp14,6 triliun. Untuk itu, pemerintah menargetkan ekspor rempah-rempah tumbuh USD2 miliar atau sekitar Rp28 triliun di 2024.

Latar Belakang DSA

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menurunkan angka kemiskinan di Indonesia, Astra menginisiasi program kontribusi sosial berkelanjutan yang salah satunya melalui flagship program Desa Sejahtera Astra (DSA).

Hingga saat ini, terdapat 930 Desa di 142 Kabupaten dan 34 Provinsi di Indonesia. Program DSA telah melibatkan banyak pihak, diantaranya expertise, akademisi, start up, komunitas masyarakat, serta tentunya dukungan dari pemerintah.

Kegiatan Pengembangan Produk DSA

Astra terus melanjutkan pengembangan produk unggulan DSA yang siap ekspor melalui beberapa klaster yaitu:

  • Klaster Kopi
  • Klaster Agrikultur dan Olahan
  • Klaster Kelautan dan Perikanan
  • Klaster Wisata Kriya dan Budaya

Sejak 2019 hingga Januari 2022, melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Astra telah mendukung terciptanya eskpor 86 jenis produk unggulan dari 207 DSA dengan total nilai transaksi sebesar Rp8,17 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembalap AHM Tampil dalam Ajang IATC 2022 di Mandalika Lombok, Ini Hasilnya

Pembalap AHM Tampil dalam Ajang IATC 2022 di Mandalika Lombok, Ini Hasilnya

Jogja | Selasa, 22 Maret 2022 | 10:00 WIB

Perkuat Imunitas, Astra Group Yogyakarta Gelar Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Ribuan Karyawan dan Keluarganya

Perkuat Imunitas, Astra Group Yogyakarta Gelar Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Ribuan Karyawan dan Keluarganya

Otomotif | Minggu, 20 Maret 2022 | 20:55 WIB

Para Pembalap Binaan Astra Honda di IATC 2022 Bikin Bangga Merah Putih di Sirkuit Mandalika

Para Pembalap Binaan Astra Honda di IATC 2022 Bikin Bangga Merah Putih di Sirkuit Mandalika

Sport | Minggu, 20 Maret 2022 | 20:53 WIB

Terkini

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:55 WIB

Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas

Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas

Bogor | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:54 WIB

Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:49 WIB

Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah

Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:44 WIB

Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus

Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:41 WIB

DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi

DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:40 WIB

Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan

Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:37 WIB

3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam

3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:35 WIB

Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros

Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:30 WIB

Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971

Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:29 WIB

×