Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Langka dan Mahal, Mendag Diminta Percepat Distribusi Minyak Goreng Curah

Dwi Bowo Raharjo, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 Maret 2022 | 21:54 WIB
Langka dan Mahal, Mendag Diminta Percepat Distribusi Minyak Goreng Curah
Minyak goreng curah langka di Pesisir Selatan. [Dok.Covesia.com]

Suara.com - Keputusan pemerintah untuk menggelontorkan minyak goreng curah di beberapa pasar tradisional ternyata tak berbanding dengan kenyataan. Ketersedian minyak goreng curah masih sangat langka dan mahal di sejumlah pasar.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Sekjen DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, meminta kepada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk mempercepat distribusi minyak goreng curah ke sejumlah pasar tradisional.

"Untuk itu kita dorong Kementerian Perdagangan mempercepat proses distribusi minyak goreng curah ini, agar harga-harga bisa berkompetisi semua merk atau curah harus banjir di pasar kalau mau harga turun," kata Reynaldi saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (23/3/2022).

Menurut dia harga minyak goreng curah dan kemasan yang tertahan tinggi itu mengakibatkan pedagang mengurangi volume jualan mereka. Biasanya saat harga minyak goreng curah Rp11.500, pedagang dapat berjualan hingga 50 kilogram.

“Sekarang dengan harga saat ini yang disubsidi pemerintah volume penjualan berkurang, laporan pengurus di beberapa daerah ada kendala distribusi untuk dibawa ke beberapa titik pasar,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, harga minyak goreng jelang Ramadhan kian menjadi-jadi, khususnya minyak goreng curah. Padahal, negara melalui Kementerian Perdagangan sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Rabu (23/3/2022), Suara.com berbincang dengan Kasirun (50), seorang perantauan asal Indramayu yang sehari-hari menjual gorengan di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ia bercerita, dulu sebelum minyak goreng mahal seperti saat ini, ia menjual gorengan dengan menggunakan minyak goreng kemasan. Namun setelah HET minyak goreng kemasan dicabut, harganya langsung melejit tak terjangkau kantong Kasirun.

"Ini sudah beberapa hari pakai minyak goreng curah, katanya kan disubsidi lebih murah," katanya.

baca juga

Namun, kata dia, minyak goreng curah pun kini langka. Kalaupun ada harganya mahal.

"Kemarin saya beli sudah Rp20 ribu per liter," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi Pasar Minyak Goreng Curah Digelar di Balikpapan dan Samarinda, Polda Kaltim Pastikan Pendistribusian Aman

Operasi Pasar Minyak Goreng Curah Digelar di Balikpapan dan Samarinda, Polda Kaltim Pastikan Pendistribusian Aman

Kaltim | Rabu, 23 Maret 2022 | 21:36 WIB

Pasokan Tidak Lancar, Gunungkidul Alami Kelangkaan Minyak Goreng Curah

Pasokan Tidak Lancar, Gunungkidul Alami Kelangkaan Minyak Goreng Curah

Jogja | Rabu, 23 Maret 2022 | 19:32 WIB

Antre Minyak Goreng Curah di Muntilan, Jumlah Pembeli Eceran Dibatasi

Antre Minyak Goreng Curah di Muntilan, Jumlah Pembeli Eceran Dibatasi

Jawa Tengah | Rabu, 23 Maret 2022 | 19:09 WIB

Pedagang Pasar Tradisional di Kota Makassar Mengeluh Minyak Goreng Curah Mulai Langka

Pedagang Pasar Tradisional di Kota Makassar Mengeluh Minyak Goreng Curah Mulai Langka

Sulsel | Rabu, 23 Maret 2022 | 18:22 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB